Jakarta -
Musik ternyata bisa menjadi sumber kekuatan bagi seseorang yang sedang berada di titik terberat hidupnya. Hal itu dirasakan langsung oleh seorang penggemar BTS bernama Jennifer Alverado.
Perempuan berusia 20 tahun asal California, Amerika Serikat, itu membagikan kisah emosional tentang perjuangannya melawan penyakit paru-paru serius hingga akhirnya harus menjalani transplantasi paru-paru ganda. Di tengah kondisi sulit tersebut, musik BTS menjadi penyemangat yang membantunya tetap bertahan.
Jennifer diketahui menderita Hipertensi Paru sejak 2021 saat usianya masih 15 tahun. Penyakit itu membuat aktivitasnya berubah drastis karena ia sering sesak napas dan mudah kelelahan.
Dalam wawancaranya dengan PEOPLE, Jennifer mengaku mulai banyak mendengarkan lagu-lagu BTS sejak pertama kali divonis mengidap penyakit tersebut.
"Aku mendengarkan semua lagu mereka dan mencoba mempelajari koreografi BTS meskipun aku sesak napas karena penyakitku," ujarnya.
Menurut pihak Stanford Medicine Children's Health, kondisi Jennifer sempat membuatnya kesulitan menjalani kehidupan normal. Ia bahkan harus lebih sering berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Di masa-masa itu, Jennifer mengaku BTS menjadi hiburan terbesar yang membantunya melupakan rasa takut dan pikiran negatif.
"Aku menonton wawancara, live streaming, dan semua konten BTS yang bisa kutemukan. Itu sangat membantu mengalihkan pikiranku dari hal-hal negatif," katanya.
Jennifer sempat masuk daftar tunggu transplantasi paru-paru nasional pada 2022. Kondisinya kala itu membaik sehingga namanya sempat dicabut dari daftar pasien transplantasi. Namun pada 2024, kesehatannya kembali menurun hingga ia akhirnya menjalani operasi transplantasi paru-paru ganda pada 31 Oktober 2024.
Setelah operasinya berhasil, pihak rumah sakit memberikan kejutan yang sangat spesial. Jennifer mendapat hadiah tiga tiket konser BTS yang akan digelar di kampus Stanford pada 16 Mei mendatang.
Konser tersebut menjadi pengalaman pertamanya melihat langsung grup idolanya setelah bertahun-tahun hanya bisa menyaksikan mereka lewat layar.
"Aku mencintai semuanya dari BTS, terutama musik mereka dan bagaimana mereka berbicara tentang kesehatan mental," ungkap Jennifer.
Ia berharap suatu hari nanti para member BTS bisa mengetahui kisah perjuangannya.
"Ketika aku didiagnosis pada 2021, satu-satunya tujuan hidupku hanya ingin melihat BTS secara langsung suatu hari nanti," katanya.
Kini impian yang dulu terasa mustahil itu akhirnya bisa menjadi kenyataan.
Jennifer juga menyebut lagu Dis-ease sebagai salah satu lagu yang paling memberinya semangat selama menjalani pengobatan. Menurutnya, lirik lagu tersebut terasa sangat menggambarkan perjuangannya menghadapi penyakit.
"Aku sakit dan lelah, tetapi hidup harus terus berjalan," kenangnya mengutip bagian lagu itu.
Bahkan saat masih menggunakan tabung oksigen di rumah sakit, Jennifer tetap mencoba menari mengikuti koreografi BTS demi menjaga semangatnya.
"Aku selalu berusaha menjauh dari hal-hal negatif, dan BTS menjadi bagian besar dari itu," tuturnya.
Kini, setelah melewati masa sulit yang panjang, Jennifer hanya memiliki satu harapan sederhana, yakni bisa bertemu langsung dengan para personel BTS dan mengucapkan terima kasih atas musik yang telah memberinya kekuatan untuk bertahan hidup.
(yoa/yoa)
Loading ...

8 hours ago
5
















































