Makanan yang Sering Dianggap Sehat tapi Bikin Gula Darah jadi Tinggi

3 hours ago 1

Jakarta -

Tren hidup sehat kini tengah ramai digalakkan banyak orang. Mulai dari olahraga hingga memilih makanan sehat untuk dikonsumsi.

Banyak orang mulai menghindari makanan atau minuman yang memiliki kadar gula tinggi. Namun, ternyata makanan atau minuman yang tidak terlalu manis bebas dari kandungan gula.

Pasalnya, ada kandungan gula yang tersembunyi dalam bahan tambahan serta muncul dari proses pengolahan. Maka dari itu, mengonsumsi makanan atau minuman tidak terlalu manis, tapi kadar gula darah tetap bisa tinggi.

Tekstur makanan yang terlalu halus dapat membuat proses pencernaan berlangsung cepat, sehingga gula lebih cepat masuk ke darah. Akibatnya, kadar gula darah bisa melonjak tanpa disadari.


Berikut beberapa makanan dan minuman yang sering dianggap sehat, tapi diam-diam membuat gula darah naik:

1. Salad Buah

Salad buah dinilai sebagai makanan sehat dan kaya vitamin, mineral, serta antioksidan. Salad buah biasanya terdiri dari beberapa jenis buah-buahan, seperti semangka, anggur, apel, dan mangga.

Kandungan gula alami dalam satu porsi salad buah sebenarnya bukan masalah. Hal tersebut dikarenakan masih ada kandungan serat yang membantu menjaga gula darah tetap stabil.

Namun, sumber gula paling besar sering berasal dari topping pada salad buah, seperti mayones, susu kental manis, dan yogurt manis mengandung gula tambahan yang tinggi. Susu kental manis didominasi gula dan yogurt manis biasanya sudah ditambah pemanis dan perisa.

Hal ini mengakibatkan salad buah yang awalnya camilan ringan dan sehat menjadi sumber gula dengan kalori yang cukup tinggi, apalagi jika porsinya besar.

2. Granola

Granola yang merupakan campuran oat, kacang, dan biji-bijian sering terlihat sebagai makanan sehat yang sederhana. Dalam proses pembuatannya, biasanya granola ditambahkan beberapa topping, seperti madu, gula tebu, brown sugar, atau sirup tertentu untuk memberi rasa dan tekstur renyah.

Dalam 1 porsi kecil sekitar 40-50 gram, granola bisa mengandung sekitar 8-15 gram gula, tergantung merek dan bahan tambahannya. Pada beberapa produk yang lebih manis, angkanya bisa lebih tinggi.

Granola memiliki kepadatan energi tinggi, di mana satu genggam kecil sudah mengandung cukup banyak karbohidrat dan kalori. Rasa yang enak membuat orang ingin menambah porsi untuk disantap. Gabungan gula tambahan dan kepadatan energi ini membuat gula darah bisa naik lebih cepat.

3. Roti Gandum

Roti gandum kerap dijadikan pilihan saat ingin makan makanan yang lebih sehat. Namun, banyak produk yang masih menggunakan tepung olahan dengan tambahan gula untuk memperbaiki rasa dan tekstur.

Dalam 2 lembar roti gandum, terdapat kandungan gula tambahan sekitar 4-8 gram, serta karbohidrat yang cepat diubah menjadi glukosa dalam tubuh.

Proses pengolahan tepung membuat strukturnya lebih halus, sehingga enzim pencernaan lebih mudah memecah karbohidrat menjadi gula sederhana. Akibatnya, penyerapan pun berlangsung lebih cepat.

Efeknya ke gula darah bisa cukup cepat karena teksturnya lembut dan mudah dicerna, terutama saat dikonsumsi tanpa sumber protein atau lemak sebagai pendamping.

4. Jus Buah Kemasan

Jus buah sering dianggap memiliki gizi yang setara dengan buah utuh. Ternyata, jus kemasan atau pun jus segar memiliki karakter serupa dari sisi gula.

Dalam satu gelas sekitar 250 ml, kandungan gula dalam jus bisa mencapai 20-30 gram, tergantung jenis buahnya. Buah yang lebih manis biasanya menghasilkan gula lebih tinggi.

Proses pemerasan atau blending membuat serat berkurang, sehingga penyerapan gula alami jadi lebih cepat dibanding buah utuh. Jumlah buah dalam satu gelas juga biasanya lebih dari satu porsi dan gula jadi masuk dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Sehingga gula darah lebih mudah naik. Belum lagi ketika membuat jus buah, ada yang masih menambahkan gula pasir agar lebih terasa manis.

5. Yogurt Rendah Lemak

Yogurt rendah lemak sering ditambahkan gula untuk memperbaiki rasa, seperti gula, sirup, atau puree buah. Dalam 1 cup sekitar 150-200 gram, kandungan gula bisa mencapai 10-20 gram pada varian rasa.

Pengurangan lemak membuat rasa alami yogurt menjadi lebih asam. Penambahan gula membuat rasanya lebih seimbang, tapi juga meningkatkan total asupan gula.

Tekstur yang lembut membuat proses cerna berlangsung cepat. Gula lebih mudah diserap, sehingga kenaikan gula darah bisa terjadi dalam waktu lebih singkat.

6. Oat Instan

Oat instan sudah mengalami pengolahan sehingga lebih cepat dicerna dalam tubuh. Varian rasa pada oat biasanya mengandung gula tambahan.

Dalam 1 sachet oat, terdapat kandungan gula berkisar 7-14 gram, tergantung rasa dan merek. Proses pengolahan membuat ukuran butiran oat menjadi lebih kecil, sehingga mempercepat kerja enzim pencernaan dalam memecah karbohidrat.

Kombinasi tekstur halus dan gula tambahan membuat beban glikemiknya meningkat, sehingga respons gula darah bisa lebih cepat.

7. Susu Kemasan Rasa

Susu kemasan rasa mengandung gula alami berupa laktosa dan tambahan gula untuk memperkuat rasa. Dalam satu kemasan sekitar 200-250 ml, kandungan gula bisa mencapai 15-25 gram, tergantung varian dan merek.

Penambahan sukrosa atau sirup glukosa membuat rasa lebih kuat dan mudah diterima. Bentuk cair membuat proses penyerapan berlangsung lebih cepat. Gula lebih cepat masuk ke aliran darah, terutama saat diminum tanpa makanan lain yang mengandung serat sebagai penyeimbang.

(kpr/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |