Jakarta -
Bagi banyak gitaris pemula di Indonesia, intro lagu Semua Tentang Kita sudah seperti alat ukur tidak resmi untuk menyetem gitar.
Petikan nada pembuka lagu tersebut begitu melekat di telinga hingga sering terdengar di toko musik, ruang latihan, hingga tongkrongan anak muda yang baru belajar bermain gitar.
Menariknya, fenomena itu justru membuat salah satu pencipta dan gitarisnya, Lukman Hakim, terkejut.
Lukman mengaku tidak menyangka lagu yang dipopulerkan oleh Peterpan tersebut berkembang menjadi acuan bagi banyak pemain gitar pemula.
"Nggak nyangka aja sih sebenarnya. Soalnya saya nhgak pernah nyetem pakai lagu itu," ujar Lukman di Detik.
Pengakuan itu cukup mengejutkan. Pasalnya, selama bertahun-tahun intro Semua Tentang Kita telah dianggap sebagai salah satu rangkaian nada paling ikonik dalam musik Indonesia.
Banyak pemain gitar bahkan langsung memetik bagian pembuka lagu tersebut untuk memastikan stem gitar mereka terdengar pas.
Menurut Lukman, dari sisi teknis, petikan intro lagu itu sebenarnya bukan standar resmi untuk menyetem gitar.
Namun, ia melihat fenomena tersebut sebagai sesuatu yang unik sekaligus membanggakan.
"Itu kan bukan standar stem gitu ya. Tapi malah jadi standar stem buat anak-anak yang baru bisa main gitar gitu. Itu lucu sih, keren," lanjutnya.
Popularitas lagu tersebut memang sulit dipisahkan dari perjalanan Peterpan.
Dirilis pada era kejayaan band asal Bandung itu, lagu Semua Tentang Kita berhasil menjadi salah satu karya yang paling membekas di hati pendengar lintas generasi.
Tak hanya dikenal karena lirik dan melodinya, bagian intro lagu tersebut juga memiliki identitas yang sangat kuat.
Bahkan hingga kini, puluhan tahun setelah dirilis, petikan gitar pembukanya masih menjadi salah satu nada yang paling sering dimainkan ketika seseorang pertama kali memegang gitar.
Bagi Lukman, nilai terbesar dari lagu tersebut bukan sekadar soal popularitas atau keuntungan komersial.
Lebih dari itu, lagu Semua Tentang Kita telah menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas Peterpan yang terus hidup di tengah para penggemarnya.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah karya musik bisa berkembang melampaui fungsi awalnya.
Intro yang awalnya hanya menjadi pembuka lagu, kini berubah menjadi semacam tradisi tidak tertulis di kalangan gitaris pemula Indonesia.
Bahkan, tradisi itu terus berlangsung meski sang penciptanya sendiri mengaku tidak pernah menggunakan lagu tersebut untuk menyetem gitarnya.
(ikh/fik)
Loading ...

5 hours ago
2
















































