Jakarta -
Dua anggota keluarga Kerajaan Inggris, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, tengah menjadi sorotan setelah laporan resmi mengungkap bahwa keduanya telah lama tinggal di properti kerajaan tanpa membayar biaya sewa secara pribadi, meski tidak menjalankan tugas kerajaan sebagai anggota kerajaan aktif.
Sorotan tersebut muncul setelah National Audit Office (NAO) atau lembaga audit negara Inggris merilis laporan mengenai pengaturan properti keluarga kerajaan. Laporan itu mengungkap bahwa Raja Charles III selama ini menanggung biaya tempat tinggal kedua keponakannya tersebut melalui dana pribadi kerajaan yang berasal dari Duchy of Lancaster.
Putri Eugenie diketahui menempati Ivy Cottage yang berada di area Istana Kensington, London. Sementara sang kakak, Putri Beatrice, memiliki apartemen di St James's Palace, salah satu kompleks istana bersejarah di pusat kota London. Keduanya disebut telah menikmati fasilitas tersebut selama bertahun-tahun meski bukan anggota kerajaan yang menjalankan tugas resmi atas nama monarki.
Temuan ini memicu kritik karena Beatrice dan Eugenie sama-sama memiliki pekerjaan serta kehidupan mandiri di luar kerajaan. Putri Beatrice bekerja di sektor bisnis dan teknologi, sedangkan Putri Eugenie berkarier di dunia seni serta aktif dalam sejumlah kegiatan filantropi. Selain itu, keduanya juga menikah dengan pria yang berasal dari keluarga berada.
Menurut laporan NAO, kebijakan kerajaan sebenarnya mengatur bahwa anggota keluarga kerajaan yang tidak menjalankan tugas resmi dapat dikenakan biaya sewa dengan tarif tertentu. Namun, dalam kasus Beatrice dan Eugenie, biaya tempat tinggal mereka ditanggung oleh Raja Charles melalui Privy Purse, skema pendanaan pribadi kerajaan yang telah berlaku sejak masa Ratu Elizabeth II.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa nilai sewa yang digunakan sebagai dasar perhitungan selama ini mengacu pada penilaian properti lama yang dianggap sudah tidak sesuai dengan harga pasar saat ini. Kondisi itu membuat pengaturan tempat tinggal kedua putri tersebut kembali dipertanyakan oleh publik.
Kritik paling keras datang dari mantan anggota parlemen Inggris Norman Baker. Ia menilai anggota keluarga kerajaan yang tidak menjalankan tugas publik seharusnya tidak lagi menerima subsidi tempat tinggal dari dana kerajaan.
"Tak ada alasan anggota keluarga kerajaan yang tidak bekerja tetap dapat subsidi," kata Baker sebagaimana dikutip sejumlah media Inggris.
Meski demikian, pihak Istana Buckingham membela pengaturan tersebut. Juru bicara kerajaan menyatakan bahwa setiap properti kerajaan memiliki aturan berbeda sesuai lokasi, fungsi, dan kebutuhan penghuninya. Istana juga menyambut baik laporan NAO sebagai bagian dari upaya transparansi pengelolaan aset kerajaan.
Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai fasilitas yang masih dinikmati anggota keluarga Kerajaan Inggris. Sebelumnya, laporan yang sama juga mengungkap berbagai pengaturan properti lain yang melibatkan anggota keluarga kerajaan, termasuk mantan Pangeran Andrew, ayah Beatrice dan Eugenie.
Meski tidak lagi menjadi anggota kerajaan aktif, Beatrice dan Eugenie masih kerap tampil dalam sejumlah acara keluarga kerajaan. Namun, temuan terbaru ini membuat posisi keduanya kembali menjadi bahan perdebatan di tengah tuntutan publik agar monarki Inggris lebih transparan dan efisien dalam penggunaan aset kerajaan.
(dis/and)
Loading ...

10 hours ago
6
















































