Jakarta -
Dunia perfilman kembali memasuki babak baru. Karakter berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Tilly Norwood dipastikan akan menjadi pemeran utama dalam film layar lebar berjudul Misaligned.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Tilly akan tercatat sebagai aktor AI pertama yang tampil sebagai tokoh utama dalam film bioskop.
Kabar tersebut langsung memicu perdebatan di industri film Hollywood. Di satu sisi, banyak yang melihat teknologi AI sebagai inovasi baru. Namun di sisi lain, tidak sedikit pelaku industri yang khawatir kehadiran AI akan mengurangi peran para pekerja kreatif, termasuk aktor.
Tilly Norwood merupakan karakter digital yang dikembangkan oleh Particle 6, perusahaan teknologi AI sekaligus studio kreatif yang berbasis di London, Inggris. Karakter ini digambarkan sebagai perempuan dengan penampilan realistis dan ekspresi yang dirancang menyerupai manusia.
CEO Particle 6, Eline van der Velden, mengatakan bahwa pengembangan Tilly tidak dilakukan secara instan. Menurutnya, perusahaan bahkan melatih ulang dan meningkatkan kemampuan lebih dari 30 anggota tim internal untuk mengerjakan proyek tersebut.
Film Misaligned disebut sebagai proyek 'hybrid' karena menggabungkan para pembuat film dengan spesialis AI dalam satu proses produksi.
"Pekerjaan kami tahun ini membuktikan sesuatu yang selama ini kami yakini," ujar Eline van der Velden, seperti dikutip dari The Hollywood Reporter, Kamis (9/7).
Menurut Eline, AI seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi dunia perfilman. Ia menilai teknologi tersebut justru bisa menjadi alat pendukung dalam menghasilkan film berkualitas jika tetap dikendalikan oleh manusia.
"AI dapat mendukung pembuatan film naratif berkualitas tinggi, tetapi hanya jika didukung oleh keterampilan, keahlian, pertimbangan, dan waktu yang signifikan dari manusia. Itu bukanlah keterbatasan teknologi, melainkan inti dari semuanya," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa masa depan industri film akan ditentukan oleh para kreator yang mampu memadukan kemampuan bercerita dengan teknologi baru.
"Para pembuat film yang akan berhasil dalam satu dekade ke depan adalah mereka yang mampu membawa naluri bercerita yang telah terasah selama puluhan tahun ke dalam penggunaan alat-alat baru ini. Dan Misaligned adalah proyek tempat kami mewujudkan hal tersebut dalam skala film layar lebar."
Meski demikian, kemunculan Tilly Norwood kembali memunculkan perdebatan mengenai penggunaan AI di Hollywood. Dalam beberapa tahun terakhir, isu kecerdasan buatan menjadi salah satu topik paling sensitif di industri hiburan. Sejumlah aktor, penulis, hingga pekerja kreatif sempat menyuarakan kekhawatiran bahwa AI dapat mengancam lapangan pekerjaan mereka.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Eline menegaskan bahwa aktor AI bukan untuk menggantikan aktor manusia.
"Kita tetap akan ingin menonton Scarlett Johansson dan Ryan Reynolds. Kita juga tetap ingin menyaksikan aktor-aktor lain di berbagai tingkat. Saya rasa, alih-alih aktor AI menggantikan peran dalam film dan televisi konvensional, yang mungkin terjadi justru para aktor nyata akan tertarik bermain di genre AI," ujarnya.
Ia bahkan membayangkan para aktor dapat memiliki versi digital atau digital twin sehingga bisa tampil dalam proyek AI sekaligus memperoleh sumber pendapatan baru.
"Kami bahkan bisa membuat versi digital (digital twin) mereka sehingga mereka juga dapat tampil dalam genre AI dan memperoleh penghasilan dari genre yang berbeda," lanjutnya.
Eline juga menilai karakter AI tetap membutuhkan arahan manusia, layaknya karakter animasi dalam film.
"Saya mencintai seni, tetapi saya juga ingin mempersiapkan orang-orang bahwa teknologi ini pada akhirnya akan mampu mencapai kualitas tersebut jika diarahkan dengan baik. Dan kami sudah membuktikannya."
"Karakter-karakter yang sepenuhnya dihasilkan komputer dapat disutradarai dengan cara tertentu, sama seperti dalam film animasi Anda bisa menyutradarai Elsa di Frozen."
Film Misaligned mengangkat kisah Tilly, karakter AI yang berusaha memahami arti menjadi manusia di dunia digital bernama Tillyverse. Film bergenre komedi-drama fiksi ilmiah itu masih dalam tahap pengembangan dan belum memiliki jadwal tayang resmi.
Meski belum masuk bioskop, kehadiran Tilly Norwood sudah lebih dulu mengundang perhatian dan memicu perdebatan mengenai masa depan AI dalam industri perfilman dunia.
(yoa/fik)
Loading ...

5 hours ago
1
















































