Unik dan Langka! Kampus Ini Buka Jurusan Kematian dan Dukacita

3 hours ago 3

Jakarta -

Universitas teknologi di Singapura, Nanyang Technological University menarik perhatian publik setelah membuka program studi yang fokus mempelajari kematian melalui program Master of Science in Psychology mulai Agustus 2026.

Jurusan ini dikenal dengan bidang thanatology, yakni kajian ilmiah tentang kematian, proses menjelang kematian, hingga bagaimana manusia menghadapi dukacita.

Dilansir dari CNBC Indonesia, program tersebut hadir sebagai bagian dari pendidikan psikologi yang bertujuan membantu masyarakat memahami kematian secara lebih sehat dan ilmiah.

Program ini dinilai penting karena masih banyak orang yang kesulitan menghadapi kehilangan orang tercinta.


Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa thanatology merupakan studi tentang kematian, proses meninggal, dan pengalaman berduka.

Bidang ini menggabungkan berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, kesehatan mental, hingga pendekatan sosial dan spiritual untuk membantu individu yang sedang mengalami kehilangan.

Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori tentang kematian, tetapi juga dilatih memberikan pendampingan bagi orang yang sedang berduka.

Mereka mempelajari cara melakukan konseling, memahami emosi kehilangan, hingga memberikan dukungan psikologis kepada keluarga pasien yang menghadapi akhir hayat.

Para mahasiswa juga diajarkan pendekatan empati dalam menghadapi proses kematian. Hal ini penting karena, seperti dijelaskan dalam laporan tersebut, banyak keluarga yang sering merasa bingung atau tidak tahu bagaimana mendukung orang yang sedang mengalami duka.

Adanya jurusan ini, para lulusan diharapkan dapat bekerja di bidang kesehatan mental, konseling, hingga layanan perawatan akhir hayat.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa memahami kematian bukan sekadar topik tabu, melainkan juga bagian penting dari ilmu yang membantu manusia menghadapi kehilangan secara lebih bijak.

Profesor psikologi NTU Andy Ho mengatakan bahwa topik kematian hari ini masih dianggap tabu di banyak masyarakat Asia. Menurut Ho, banyak orang sebenarnya ingin membantu orang berduka, tapi tak tahu bagaimana caranya.

"Seseorang yang sedang berduka sering merasa sangat sendirian karena perasaan mereka tidak sepenuhnya dipahami atau diperhatikan," kata Andy Ho, pada Strait Times.

Program master ini akan berlangsung selama 1,5 tahun dengan mencakup 500 jam praktik lapangan.

(dis/and)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |