5 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Salat Dhuha
Momen jeda waktu pagi setelah matahari terbit biasanya sering dilewatkan begitu saja.
Padahal, momen ini bukan sekadar aktivitas biasa tetapi ruang hening untuk menata hati atau self healing melalui komunikasi pada Allah melalui salat Dhuha.
Salat sunnah ini dikerjakan saat matahari mulai naik hingga menjelang zuhur yang dikenal sebagai ibadah dengan sarat makna dan keutamaan.
"Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat pada awal siang (salat Dhuha), niscaya Aku akan mencukupimu pada akhir harimu." (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Orang yang menjalani salat Dhuha memiliki lima ciri yang selalu tampak dalam keseharian mereka selama hidup.
Simak penjelasannya berikut ini.
1. Disiplin dan Menghargai Waktu
Menjalani salat Dhuha secara rutin biasanya akan memiliki kesadaran tinggi terhadap waktu karena rela menyisihkan kesibukan pagi untuk beribadah meski segudang aktivitas menunggu.
Hal ini tertuang dalam Surat Al-Asr ayat 1-3 yang berbunyi:
"Wal-'aṣr (Demi masa/waktu)." (Surat Al-Asr ayat 1)
"Innal-insāna lafī khuṣr (Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian)." (Surat Al-Asr ayat 2)
"Illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr (Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran)." (Surat Al-Asr ayat 3)
Membiasakan diri menjalani salat Dhuha membentuk pola hidup yang lebih tertata karena cenderung memulai hari dengan niat dan agenda terarah.
2. Optimis pada Rezeki Allah
Salat Dhuha dikaitkan dengan kelapangan rezeki meski tak instan, ibadah ini menumbuhkan keyakinan bahwa usaha harus diiringi doa serta tawakal.
Kepribadian seseorang yang menjalani salat Dhuha ini akan lebih optimis, tak mudah mengeluh, dan percaya bahwa rezeki bukan semata hasil kerja keras tapi juga keberkahan.
3. Hati Lebih Tenang Meski Banyak Tekanan
Memulai hari dengan bersujud memberikan efek psikologi yang menenangkan dengan rasa cukup damai yang mengalir.
Hal ini memberi dampak baik sebelum memulai aktivitas yang padat.
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (Surah Ar-Ra'd ayat 28)
Orang yang menjaga salat Dhuha umumnya memiliki emosi lebih stabil serta tak mudah terpancing konflik karena memiliki self-healing di pagi hari.
4. Rendah Hati
Salat Dhuha mengajarkan bahwa manusia tetaplah makhluk yang membutuhkan pertolongan Allah di saat merasa produktif maupun kuat.
"Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu." (Surat Ad-Duha ayat 3)
"Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas." (Surat Ad-Duha ayat 5)
Orang yang membiasakan salat Dhuha biasanya memiliki sifat rendah hati karena ia tahu bahwa akan ada selalu jalan Allah dalam setiap langkah yang ia ambil dalam segala kegiatannya.
5. Konsisten
Rutin menjalani salat Dhuha yang hanya dua hingga empat rakaat ini menjadi bukti konsisten seseorang.
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Konsistensi ini sering merembet pada aspek lain seperti lebih tekun dalam bekerja dan mengejar tujuan hidup.
Loading ...

4 hours ago
16
















































