Tak Disadari tapi Bikin Luka Seumur Hidup, Ini Ciri-ciri Rasis dalam Pergaulan
Rasisme tak melulu hadir dalam bentuk ujaran kebencian yang dilontarkan secara terang-terangan.
Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pertemanan, sekolah, kampus, hingga tempat kerja, sikap rasis bisa muncul secara halus dan kerap dianggap candaan biasa.
Padahal, dampak candaan rasis tersebut bisa melukai harga diri seseorang dan merusak hubungan sosial. Dampak lainnya adalah rasa trauma untuk berteman dalam jangka panjang.
Rasisme dipahami sebagai bentuk diskriminasi atau prasangka terhadap seseorang berdasarkan ras, warna kulit, etnis, atau latar belakang budaya.
Dalam konteks pergaulan, berikut sejumlah ciri rasis yang tak disadari tetapi bisa melukai.
1. Ejekan ke Arah Stereotip Ras/Etnis
Bentuk rasis paling umum adalah mengomentari warna kulit, bentuk mata, logat bicara, maupun makanan khas suatu daerah dengan nada merendahkan.
Pelaku biasanya akan berdalih kalau lelucon tersebut hanya candaan. Tetapi perlu diingat bahwa candaan berulang dan menyasar identitas seseorang menjadi bentuk diskriminasi terselubung yang tak disadari.
Pergaulan yang sehat seharusnya tak melakukan ejekan ke arah ras.
2. Julukan dari Ciri Fisik/Asal Daerah
Memanggil teman dengan julukan dari warna kulit, bentuk rambut, atau asal daerah tanpa persetujuan bisa menjadi tanda rasis.
Meski sepele, julukan ini membuat seseorang merasa 'kecil'. Pergaulan sehat adalah yang menghargai nama serta identitas personal bukan memberi label atas stereotip tertentu.
Selain itu, mengejek bahasa daerah, menertawakan tradisi atau menganggap budaya tertentu sebagai hal aneh maupun kampungan termasuk dalam rasis atau diskriminasi.
3. Menganggap Ras Tertentu Lebih Unggul
Sikap merasa kelompok pertemanan lebih pintar, lebih bersih, lebih sopan, bahkan lebih baik dibanding kelompok lain menjadi ciri rasis yang jelas.
Para pelaku biasanya akan terang-terangan dengan enggan berteman, duduk bersama, maupun bekerja sama dalam kelompok lain karena merasa 'lebih' dari yang lain.
Generalisasi ini menutup ruang untuk melihat individu sebagai pribadi yang unik dan tak terlihat 'mengucilkan' seseorang maupun kelompok tertentu.
Loading ...

3 hours ago
9
















































