Jakarta -
Kisah tentang warisan Amy Winehouse kembali memanas, tapi kali ini bukan soal musik, melainkan konflik hukum yang akhirnya membuka sisi lain hubungan personal sang diva.
Gugatan yang diajukan ayahnya, Mitch Winehouse, justru berakhir dengan kekalahan di meja hijau.
Kasus ini bermula ketika Mitch menuduh dua sahabat dekat Amy, Naomi Parry dan Catriona Gourlay, menjual barang-barang milik mendiang penyanyi tersebut tanpa izin.
Barang-barang itu diketahui dilelang di Amerika Serikat pada 2021 dan 2023, memicu kecurigaan adanya keuntungan pribadi dari aset peninggalan sang bintang.
Namun, dalam putusan yang dibacakan di Pengadilan Tinggi Inggris pada 20 April 2026, hakim menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak terbukti.
Hakim Sarah Clarke KC menegaskan bahwa Parry dan Gourlay tidak menyembunyikan barang-barang tersebut.
Bahkan hakim menyebut Mitch seharusnya bisa menemukan informasi itu jika melakukan penelusuran dengan wajar.
Putusan ini menjadi titik balik besar, terutama bagi Naomi Parry yang selama bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang tuduhan publik.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pengadilan telah membersihkan namanya secara penuh.
"Saya berdiri di samping Amy sebagai seorang teman, mitra kreatif, dan perancang kostumnya," ujarnya di Sky News, Selasa (21/4).
"Apa yang kami bagi dibangun atas dasar kepercayaan, loyalitas, dan kecintaan yang tulus terhadap pekerjaan. Melihat hubungan itu disalahartikan di depan umum sungguh menyakitkan dan sangat tidak adil," sambungnya.
Parry juga mengungkap dampak emosional yang ia alami selama proses hukum berlangsung.
Ia menyebut perjuangan tersebut memengaruhi kesehatan dan kariernya. Ia pun kini memilih fokus untuk membangun kembali hidup serta menjaga warisan karya yang pernah ia ciptakan bersama Amy.
Di sisi lain, publik kembali diingatkan bahwa sosok Amy bukan hanya ikon musik, tetapi juga pribadi dengan lingkaran pertemanan yang kuat dan penuh loyalitas.
Bahkan, dukungan terhadap Parry datang dari berbagai pihak, termasuk figur publik seperti Kelly Osbourne.
Menariknya, di tengah polemik ini, warisan musik Amy justru terus bersinar. Pada ajang BRIT Awards 2026, kolaborator lamanya, Mark Ronson, menerima penghargaan kontribusi luar biasa.
Dalam pidatonya, Ronson mengenang momen saat menciptakan lagu Back To Black bersama Amy sebagai hari yang mengubah hidup selamanya.
Lebih dari satu dekade setelah kepergiannya pada 2011, cerita tentang Amy Winehouse tampaknya belum selesai.
Bukan hanya soal lagu-lagu legendaris, tapi juga tentang bagaimana orang-orang terdekatnya terus berjuang menjaga makna di balik warisan tersebut.
(ikh/ikh)
Loading ...

4 hours ago
9
















































