Bukan hanya Ikan Sapu-sapu, Jenis Ikan Ini juga Berbahaya dan Merugikan

5 hours ago 6

Jakarta -

Ikan sapu-sapu menjadi perhatian karena tengah gencar untuk dibasmi.

Banyak masyarakat yang turun langsung ke sungai untuk menangkap dan bunuh ikan yang dianggap hama itu. Terlebih populasi ikan sapu-sapu terjadi sangat cepat dan dapat merusak ekosistem sungai.

Ikan sapu-sapu betina dapat menghasilkan 300 hingga lebih dari 3 ribu butir telur dalam satu kali bertelur. Mereka berkembang biak dengan cepat bahkan mampu bertelur hingga tiga kali dalam satu tahun.

Tak hanya mengancam kehidupan ikan asli sungai, ikan sapu-sapu juga dapat menyebabkan erosi, longsor di bantaran sungai dan kerusakan tanggul. Pasalnya ikan itu memiliki kebiasaan menggali lubang-lubang besar di dinding tanah sungai sebagai tempat sarang bertelur dan bersembunyi.


Mereka memiliki kebiasaan untuk menggali dan menggerogoti tanah. Hal itu dapat melemahkan struktur tanah tebing, dinding sungai menjadi tidak stabil hingga dapat memicu longsor.

Pemberantasan ikan sapu-sapu juga karena dianggap sebagai predator invasif yang mengancam kelestarian spesial lokal. Meski dikenal pemakan lumur, mereka ternyata sering memangsa telur dan larva ikan lokal

Di Indonesia, ikan yang berasal dari Sungai Amazon itu tidak memiliki predator alami. Nyaris tidak ada hewan yang memangsa ikan ini karena kulitnya yang keras dan bersisik tajam.

Namun, selain ikan sapu-sapu ternyata ada spesies ikan lain yang dianggap merugikan dan membahayakan ekosistem. Ikan-ikan tersebut berbahaya karena bersifat parasit, mengandung racun, sampai berpotensi melukai dan membahayakan keselamatan manusia.

Dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KKP) Nomor 19/PERMEN-KP/2020 Tahun 2020, tercatat ada 75 jenis ikan yang masuk ke dalam kategori tersebut, di antaranya:

  • Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.)
  • African tigerfish (Hydrocynus spp.)
  • Giant arapaima (Arapaima gigas)
  • Midas cichlid (Amphilophus citrinellus)
  • Red devil cichlid (Amphilophus labiatus)
  • Peacock bass (Cichla spp.)
  • Peacock cichlid (Aulonocara spp.)
  • Japanese perch (Lateolabrax japonicus)
  • Piranha (Pygocentrus spp.)
  • Silver dollar (Metynnis spp.)
  • Electric eel (Electrophorus electricus)
  • Banded pipefish (Doryrhamphus spp.)
  • Puffer fish (Tetraodontidae)
  • Crayfish (Cherax spp. dan sejenisnya)
  • Brown mussel (Perna perna)
  • Dll

(agn/and)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |