Jakarta -
Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
Pemerintah Iran pun menetapkan tiga hari sebagai Hari Berkabung Nasional untuk menghormati kepergian dari Ali Khamenei.
Meninggalnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran itu diyakini syahid oleh para pendukungnya.
Di media sosial, kata syahid sempat menjadi topik trending kala pengguna media sosial ikut berkabung atas meninggalnya Ali Khamenei.
Jauh sebelum kematian Ali Khamenei, seorang anak pernah dimintai doa oleh anak kecil agar bisa mati secara syahid.
Momen itu kembali diunggah oleh akun pen9hulu. Anak kecil itu terlihat mendatangi Ali Khamenei dan meminta doa.
"Agha, doakan aku jadi syahid," kata bocah tersebut.
Bocah itu memanggilnya Agha, yang berarti Tuan dalam bahasa Persia, tetapi bisa digunakan untuk sosok yang dihormati atau pemimpin.
"Kau? Syahid?" tanya Ali Khamenei menanggapi bocah polos tersebut.
Namun, Ali Khamenei tidak langsung mengamini doa tersebut. Ia memberikan nasihat panjang kepada sang bocah yang sekarang banyak ditafsirkan sebagai pesan mendalam tentang makna pengabdian dan kehidupan.
"Nak, tumbuhlah dulu dengan baik. InshaAllah tumbuh besar, tubuhmu kuat, hatimu luas," ujarnya.
"Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Carilah ilmu yang bermanfaat dan InshaAllah jadilah cahaya bagi umat ini," beber Ali Khamenei.
Dalam pesannya itu, Ali Khamenei Seolah menegaskan bahwa mati syahid bukan hanya kematian dalam peperangan, tetapi juga tentang perjalanan hidup yang bermanfaat.
Ali Khamenei bahkan menambahkan pesan yang banyak dikutip dan dibagikan oleh pengguna media sosial.
"Hiduplah panjang umur 80 atau 90 tahun. Baru setelah itu, wafatlah sebagai syahid," bebernya.
(arm/arm)
Loading ...

2 hours ago
5
















































