Jakarta -
Keputusan Sabrina Chairunnisa mengundurkan diri dari program doktor (S-3) Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI) masih menjadi perbincangan di media sosial.
Tidak hanya soal keputusannya meninggalkan bangku kuliah, tetapi juga pernyataannya yang menyinggung aturan absensi di kampus.
Melalui unggahan di Instagram, Sabrina mengaku keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah. Ia menyebut kini memiliki prioritas hidup yang berbeda ,sehingga harus melepaskan pendidikan yang sebelumnya sangat berarti baginya.
"Sulit memang melepaskan sesuatu yang dulu sangat berarti, tapi terkadang melangkah maju berarti memiliki keberanian untuk memilih jalan yang berbeda. Segala sesuatu berubah. Rencana pun berubah. Orang-orang berubah. Namun satu hal yang tetap sama, kita harus terus melangkah maju. Selamat tinggal, UI," tulis Sabrina.
Ia kemudian menyelipkan harapannya tentang aturan absensi di kampus Indonesia yang kerap kali digunakan sebagai salah satu persyaratan lulus dan ujian akhir.
"It's not an easy decision tbh. Tapi mau gimana lagi, I have my own priority now, and hopefully ke depan universitas-universitas di Indonesia nggak menjadikan absensi sebagai bobot utama syarat kelulusan/syarat final exam kayak negara-negara lain ya," lanjutnya.
Pernyataan mengenai absensi itu lantas memicu beragam reaksi dari warganet. Sebagian mempertanyakan alasan Sabrina mengambil program S-3 jika pada akhirnya tidak bisa menjadikannya sebagai prioritas.
Ada pula yang menilai aturan absensi memang merupakan bagian dari kebijakan setiap kampus.
"Maksud? Ya kalau S3 nggak masuk prioritas ngapain diambil apalagi kalau dari awal ngambil jalur reguler. Ya emang absensi jadi masuk perhitungan nilai. Kalau dibandingin sama negara lain kenapa nggak ambil di sana saja. Semua kampus punya kurikulum dan kebijakan masing-masing," tulis seorang warganet.
Bahkan, muncul dugaan bahwa Sabrina memilih mundur karena hampir dikeluarkan atau drop out (DO) akibat tidak memenuhi syarat kehadiran.
"Kayaknya mundur karena hampir DO, kayaknya kebanyakan absen. Daripada DO mending mundur di awal ya kan," tulis warganet tersebut.
Tak tinggal diam, Sabrina langsung memberikan klarifikasi di kolom komentar. Ia membantah keras anggapan bahwa dirinya hampir terkena DO dari Universitas Indonesia.
"Nggak ada yang hampir DO mbak :) boleh dicek di UI langsung. Soal absensi hanya harapan ke depannya. Selama saya kuliah semua tetap memenuhi syarat," tegas Sabrina.
Dalam penjelasannya, mantan istri Deddy Corbuzier itu mengungkapkan bahwa keputusan mundur murni dipengaruhi perubahan besar yang terjadi dalam kehidupannya. Kondisi tersebut membuat prioritasnya bergeser dan menuntutnya untuk lebih fokus bekerja.
"Kebetulan hidup saya tiba-tiba ada perubahan besar, dan nggak seberuntung kamu yang punya keluarga utuh. Saat ini prioritas saya berubah, harus kerja keras karena punya tanggung jawab yang besar, termasuk harus menyekolahi 100 anak didik saya," jelasnya.
Lewat klarifikasi tersebut, Sabrina menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan disebabkan persoalan akademik atau ancaman drop out.
Ia menyebut keputusan itu diambil karena perubahan prioritas hidup dan tanggung jawab yang kini harus diembannya.
(KHS/and)
Loading ...

12 hours ago
4
















































