Dituding Mark Up Wakaf Al-Quran di Tanah Suci, Taqy Malik Buka Suara

17 hours ago 27

Jakarta -

Taqy Malik tengah menjadi sorotan dan perbincangan publik, usai dirinya diduga telah melakukan mark up harga wakaf mushaf Al-Quran di Makkah dan Madinah. Isu tersebut pertama kali diungkapkan oleh Randy Permana, orang Indonesia yang tinggal di Arab Saudi.

Dalam unggahannya di akun @paparich666, Randy mengaku selama lima tahun tinggal di Arab Saudi, ia tidak pernah menemukan mushaf Al-Quran seharga 80 riyal. Ia pun menuding Taqy Malik meraup keuntungan besar dari wakaf mushaf tersebut.

"Selama ane 5 tahun bolak-balik di Saudi, gak pernah nemu harga mushaf/Quran di Mekah Madinah seharga 80 riyal (mau musim haji/Ramadan apapun kek). Antum penyalur wakaf atau jualan wakaf?" ujar Randy Permana melalui akunnya @paparich666 pada (11/2).

Sementara itu, saat diwawancara wartawan secara virtual pada Jumat (13/2), Randy pun membandingkan harga mushaf rata-rata dengan mushaf Taqy Malik, yang memiliki selisih harga cukup besar.


"Dia menjual mushaf dengan harga Rp 330 ribu. padahal harga di toko rata-rata 40-50 riyal (sekitar Rp 180 ribu-Rp 200 ribu). Selisih keuntungannya lebih banyak ketimbang harga mushafnya," ucap Randy Permana.

Menanggapi tudingan tersebut, Taqy Malik pun akhirnya buka suara. Melalui unggahannya di Instagram, Taqy Malik mengajak Randy untuk membicarakan permasalahan ini secara kekeluargaan.

"Melalui pernyataan ini, dengan segala kerendahan hati, saya mengundang Saudara *Rendy Eka Permana dan semua pihak yang melontarkan tuduhan terkait saya* untuk hadir dalam forum tabayyun secara terbuka (LIVE melalui platform Instagram dan di publikasi secara terbuka), bermartabat, dan penuh tanggungjawab, terkait *amanah wakaf mushaf dan persoalan lain yang dilontarkan*," tulis Taqy Malik pada unggahannya, dilihat, Senin (16/2).

[Gambas:Instagram]

Taqy Malik berharap dengan adanya pertemuan tersebut, dapat mencari kebenaran atas isu miring yang menerpa dirinya. Ia juga tak ingin isu miring tersebut semakin beredar luas ke publik.

"Ini bukan tentang mencari pembenaran, melainkan menghadiri kebenaran. Ini bukan tentang menyerang, melainkan menjaga amanah. Dan ini bukan tentang opini, melainkan pertanggungjawaban di hadapan manusia, dan terlebih lagi di hadapan Allah SWT," jelas Taqy Malik.

"Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa, dan agar kepercayaan umat tetap berdiri atas kejelasan, (bukan asumsi atau tuduhan liar semata)," sambungnya.

Sementara itu, pada unggahan di Instagram Storiesnya, Taqy Malik mengunggah video dirinya bersama seseorang yang menjual mushaf Al-Quran. Dalam video tersebut, Taqy menanyakan berapa harga mushaf Al-Quran kepada pria itu.

"Satu-satu ya gue bahas, ini gue bukan jual muashaf 80 riyal. Gue lagi nanya iseng sama abang yang di depan Nabawi, berapa harga mushaf sekarang. Dia bilang "80 riyal" bukan gue yang bilang, kan lucu dipelintir dan di-framing bilang gue jual 80 riyal. Kalian hitung sendiri 80 riyal itu di-convert ke rupiah Rp 360 ribu, sedangkan gue jual Rp 330 ribu," tulis Taqy Malik.

(kpr/kpr)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |