Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan Tawarkan Horor Berbeda, Siap Bikin Merinding Sekaligus Mikir

4 hours ago 5

Jakarta -

Industri film Indonesia kembali kedatangan karya horor baru yang siap menghantui layar bioskop. Berjudul Dosa: Penebusan atau Pengampunan, film produksi HAS Pictures dan HAS Creative ini tidak hanya mengandalkan adegan mengejutkan atau jump scare semata, tetapi juga menghadirkan cerita penuh misteri yang menguji sisi moral para penontonnya.

Menggabungkan unsur horor psikologis, drama keluarga, dan teror supranatural, film ini menawarkan pengalaman menonton yang berbeda dibandingkan kebanyakan film horor lainnya. Penonton diajak menyelami ketakutan yang bukan hanya berasal dari sosok menyeramkan, tetapi juga dari masa lalu dan rasa bersalah yang menghantui karakter-karakternya.

Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan menjadi proyek layar lebar perdana bagi HAS Creative dan HAS Pictures. Sebelumnya, HAS Creative lebih dikenal melalui berbagai konten digital dan podcast yang sukses menarik perhatian publik.

Bagi Irish Bella yang dipercaya sebagai Executive Producer, proyek ini menjadi pengalaman baru yang penuh tantangan sekaligus pembelajaran.


"Biasanya aku cuma tahu acting, sekarang dituntun untuk mengetahui detail dari awal sampai akhir. Jujur, ini lebih pusing tapi ini menantang dan membuat kami tumbuh. Aku pun yakin dengan genre film horor dan karya perdana kita bisa diterima masyarakat. Karena film horor potensinya besar," ujar Irish Bella saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (8/6).

Menurut Irish, keterlibatannya dalam proses produksi membuat dirinya memahami bagaimana sebuah film dibangun dari tahap perencanaan hingga akhirnya siap ditayangkan di bioskop.

Di balik proses produksinya, film ini juga menyimpan cerita menarik. Sutradara Sondang Pratama mengungkapkan bahwa tim sempat menemukan hotel yang dianggap cocok untuk menjadi lokasi utama syuting.

Namun rencana tersebut batal karena pihak pengelola hotel khawatir bangunan mereka akan mendapat citra negatif setelah digunakan sebagai lokasi film horor.

"Awalnya kita tuh sudah menemukan hotel yang cocok di suatu daerah lah, tapi pihak hotel sangat keberatan karena takut citra bangunannya dianggap angker. Nah, akhirnya kita membangun set sendiri daripada biaya renovasi dan penggantian properti membengkak," ujar Sondang Pratama.

Keputusan tersebut membuat tim produksi harus membangun set hotel dari nol di dalam studio demi mendapatkan suasana yang sesuai dengan kebutuhan cerita.

Selain tantangan teknis, para pemain juga harus menghadapi kondisi syuting yang tidak mudah. Salah satunya dirasakan oleh pemeran utama, Riza Irsyadillah.

Menurut Riza, hampir setiap adegan memiliki tantangan tersendiri. Namun yang paling berat baginya adalah suhu studio yang sangat dingin selama proses pengambilan gambar berlangsung.

"Jujur setiap scene itu punya tantangannya masing-masing, terus fisik juga diuji. Ditambah syutingnya itu kan di dalam studio dimana AC-nya dingin banget dan gua nggak kuat. Pasti disela-sela take gua ngumpet di belakang set itu kan banyak banget lampu-lampu, udah kayak anak ayam. Pokoknya selama syuting harus bersahabat dengan lampu-lampu yang hangat dan air jahe," ungkap Riza sambil bercanda.

Meski begitu, ia mengaku menikmati seluruh proses produksi karena banyak pengalaman baru yang didapatkan selama syuting.

Film ini berpusat pada kehidupan sepasang suami istri muda yang diperankan oleh Riza Irsyadillah dan Ratu Sofya.

Cerita dimulai ketika keduanya melakukan perjalanan malam ke luar kota. Namun di tengah perjalanan, sebuah insiden membuat mereka terluka dan terpaksa mencari tempat bermalam.

Mereka kemudian menemukan sebuah penginapan misterius bernama Hotel Samsara. Awalnya hotel tersebut tampak seperti tempat biasa, tetapi perlahan berbagai kejadian aneh mulai terjadi.

Teror demi teror menghantui mereka sejak menginjakkan kaki di hotel tersebut. Sosok pelayan hotel yang misterius menjadi awal terungkapnya berbagai rahasia gelap yang selama ini mereka simpan.

Menariknya, ancaman yang mereka hadapi ternyata bukan sekadar gangguan makhluk tak kasat mata. Setiap kejadian menyeramkan yang muncul berkaitan dengan dosa dan kesalahan masa lalu yang belum terselesaikan.

Film ini pun mengajak penonton untuk merenungkan satu pertanyaan besar: apakah seseorang layak mendapatkan penebusan, atau justru harus menerima konsekuensi dari perbuatannya?

Selain Riza Irsyadillah dan Ratu Sofya, film Dosa: Penebusan atau Pengampunan juga dibintangi oleh Dominique Sanda, Jennifer Eve, Revaldo, dan Natasha Urbach.

Dengan mengusung konsep horor psikologis yang dipadukan dengan konflik emosional dan misteri mendalam, film ini diharapkan menjadi salah satu tontonan menarik bagi pecinta film horor Indonesia.

Dosa: Penebusan atau Pengampunan dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 11 Juni 2026.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |