Heboh Skandal Guru Besar Unpad dan UI, Dokter Ungkap Dampak Fatal Korban Pelecehan

5 hours ago 5

Jakarta -

Masyarakat Indonesia tengah dibuat marah dengan skandal dugaan pelecehan seksual yang terjadi di dua kampus besar Universitas Padjajaran (Unpad) dan Universitas Indonesia (UI).

Guru besar Unpad diduga melakukan pelecehan terhadap mahasiswi asing program pertukaran pelajar. Kasus itu terungkap usai isi chat WhatsApp tersebar luas di media sosial. Guru besar Unpad tersebut meminta foto mahasiswi asing saat sedang mengenakan bikini.

Alhasil, oknum langsung dinonaktifkan sementara oleh rektor Unpad. Pihak kampus secara tegas memberikan sanksi sesuai perundang-undangan jika memang terbukti ada pelanggaran.

Sementara dugaan kasus pelecehan yang terjadi di Universitas Indonesia terungkap dengan melibatkan 16 mahasiswa di Fakultas Hukum (FH UI). Belasan mahasiswa itu diduga melecehkan dan merendahkan perempuan dalam grup di WhatsApp.


Pihak UI pun sudah melakukan investigasi mendalam melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS). Sebanyak 16 terduga pelaku telah dinonaktifkan dan kemungkinan mendapatkan sanksi lebih berat jika terbukti bersalah.

Pengurus Bidang Pengabdian Masyarakat, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PP-PDSKJI), dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ., menyebut pelecehan verbal atau digital dapat memberikan dampak yang besar pada korban.

"Karena korban merasa direndahkan, dipermalukan, dijadikan objek, kehilangan rasa aman," kata dr Lahargo dalam laporan dari detikcom.

"Bahkan dalam beberapa kasus, efek emosionalnya bisa setara atau sangat berat, terutama bila percakapan tersebut menyebar luas dan diketahui banyak orang," sambungnya.

Meski korban pelecehan secara digital tidak memiliki luka secara fisik, mereka akan merasakan trauma pada harga diri, martabat, hingga rasa aman.

"Secara psikologis, yang terluka adalah self-esteem (harga diri), sense of safety, trust terhadap lingkungan sosial, body image dan rasa tidak berdaya," tuturnya.

Korban juga memiliki kemungkinan mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), yaitu kondisi gangguan jiwa yang dipicu oleh peristiwa traumatis. Kondisi ini dapat memberikan dampak buruk pada kehidupan korban di masa depan.

"Chat bisa dihapus, tetapi jejak emosinya bisa tinggal lama di memori korban. Dampaknya dapat berupa kecemasan, rasa malu, sulit konsentrasi, hingga gejala trauma," ujarnya.

(agn)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |