Jakarta -
Nabi merupakan sosok yang menerima wahyu dari Allah Swt berupa petunjuk dan ajaran agar manusia tetap berada lurus di jalan Sang Pencipta.
Sebagai manusia dengan derajat tinggi, nabi juga menjadi sosok teladan dalam beribadah dan bertingkah laku bagi umatnya.
Siapa sangka, dengan mengikuti gaya hidup nabi membuat seorang pengusaha asal Amerika Serikat menjadi sukses dan bergelimang harta.
Ialah David Steward, pria asal Missouri, Amerika Serikat (AS) yang berhasil mencatat kepemilikan kekayaan senilai US$12,4 miliar atau setara Rp208 triliun menurut data Forbes.
David Steward kemudian menceritakan bahwa dirinya bisa sukses karena mengikuti anjuran dari Nabi Nuh.
Dalam menjalani hidupnya, David Steward mengaku tidak peduli dengan cemoohan ataupun omongan orang lain selagi mengerjakan pekerjaan yang benar.
Hal itu sama halnya dengan perilaku Nabi Nuh yang mendapatkan cemoohan dari orang karena membuat bahtera raksasa dalam kondisi tidak ada bencana.
Siapa sangka, setelah bahtera itu selesai dan mengangkut keluarga, umat, hewan, dan tumbuhan, banjir bandang pun datang.
Oleh karena ajaran Nabi Nuh itu, David Steward percaya bahwa ocehan dan omongan negatif dari orang lain tidak perlu didengar dan fokus dalam meraih mimpi.
"Saat kamu punya ambisi besar, orang cenderung akan meledek kamu. Mereka jadi paling sering bersuara dan sok menilai kamu. Bahwa kamu tidak seharusnya mengejar mimpi dan ambisi kamu," kata Steward kepada Forbes pada 2004, dilihat lagi pada Jumat (20/2).
Sikap tersebut dilakukan oleh David Steward sejak belia. Ia pernah mengalami diskriminasi karena berkulit hitam dan miskin.
David Steward dipisahkan oleh peraturan segregasi saat sekolah hanya karena tidak berkulit putih.
Pada 1990-an, saat beranjak dewasa dan hendak memulai bisnisnya, David Steward juga tidak luput dari cemoohan dan ocehan orang.
Namun, karena sudah menerapkan ajaran nabi Nuh, David Steward menjalani hidupnya tanpa gentar. Ia menjalankan bisnis dan berhenti menjadi pegawai kantoran.
David Steward mendirikan World Wide Technology (WWT) untuk menyediakan layanan teknologi komputer perusahaan. pada tahun 90-an memang sektor layanan itu masih asing.
Sempat berjalan jatuh bangun, David Steward percaya bahwa di masa depan internet akan sangat dibutuhkan.
Apa yang dipercaya oleh pria kelahiran 2 Juli 1951 itu benar terbukti di zaman sekarang.
Tidak mengherankan ketika Forbes pada 2022 akhirnya mencatat WWT sebagai perusahaan swasta terbesar ke-27 di Amerika Serikat dan perusahaan terbesar milik orang kulit hitam dengan pendapatan sekitar Rp285 triliun.
(arm/arm)
Loading ...

2 hours ago
1
















































