Terlibat Skandal Epstein, Ini Sederet Kontroversi Prince Andrew

3 hours ago 1

Jakarta -

Terlibat Skandal Epstein, Ini Sederet Kontroversi Prince Andrew

Baru-baru ini masyarakat Inggris digemparkan dengan kasus penangkapan Mantan Pangeran Inggris, Andrew Mountbatten-Windsor. Ia ditangkap oleh kepolisian Inggris pada Kamis (2/19) atas pelanggaran dalam jabatan publik.

Penangkapan ini merupakan perkembangan terbaru dari kontroversi yang sudah berlangsung sejak lama.

Pada tahun 2011 silam, Andrew dilaporkan memiliki hubungan dengan pelaku penjahat seksual, Jeffrey Epstein, sekaligus terlibat dalam salah satu kasusnya sebagai pelaku pedofilia.

Buntut dari kasus tersebut, Raja Charles mencabut seluruh gelar kerajaan Pangeran Andrew sekaligus mengusirnya dari istana.


Deretan Kontroversi Prince Andrew

Sebelum ditangkap oleh pihak kepolisian, adik dari Raja Charles tersebut memang sudah banyak menuai sorotan tajam dari masyarakat akibat berbagai kontroversi yang melibatkan namanya. Alhasil, banyak masyarakat yang menyerukan agar ia segera dikeluarkan dari Hunian Istana.

Berikut ini InsertLive rangkum deretan kontroversi Prince Andrew.


Kedekatan dengan Jeffrey Epstein

Kontroversi Prince Andrew berawal dari laporan kedekatannya dengan Jeffrey Epstein, yang ditangkap pada 2008 atas kasus prostitusi anak. Meski kabar ini sempat dibantah olehnya, ia pernah tertangkap kamera sedang berjalan bersama Epstein di New York pada tahun 2010.

Dugaan ini semakin diperkuat dengan bukti riwayat surel yang pernah ia kirimkan kepada Epstein pada tahun 2011. Terungkap bahwa surel tersebut berisi tentang pernyataan bahwa keduanya memang berhubungan dekat dan akan segera 'bermain' lagi. Akibat dari kasus tersebut, Andrew memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai utusan perdagangan Inggris.


Pelecehan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur

Pada April 2015, muncul tuduhan dalam dokumen pengadilan Epstein bahwa Andrew melakukan hubungan seksual dengan gadis di bawah umur bernama Virginia Giuffre. Terungkap bahwa Giuffre dipaksa untuk berhubungan seks dengan Andrew sebanyak tiga kali, termasuk saat dirinya masih berusia 17 tahun. Kasus ini diungkap sendiri oleh Giuffre lewat memoarnya.

Giuffre kemudian melayangkan gugatan kepada Andrew pada Agustus 2021 di pengadilan New York atas tuduhan pelecehan seksual. Meski sempat mengaku bahwa dirinya tidak pernah bertemu Giuffre, anggota keluarga kerajaan itu disebut telah membayar jutaan dolar kepada Giuffre pada tahun 2022 untuk tutup mulut terhadap kasus pelecehan seksual tersebut.

Pesta Seks di Pulau Epstein

Lebih lanjut dari kasus pelecehan seksualnya terhadap Giuffre, Prince Andrew disebut-sebut juga terlibat dalam pesta seks yang diadakan oleh Jeffrey Epstein. Pesta ini terjadi di sebuah pulau terpencil, tepatnya Pulau Little Saint James, US Virgin Islands, yang kini dijuluki sebagai Pulau Epstein.

Aktivitas tersebut terjadi saat pertemuan ketiganya dengan Giuffre, tepatnya saat ia berusia 18 tahun. Menurut pengakuan Giuffre, ada beberapa gadis lain yang juga menjadi korban di dalam pesta itu selain dirinya sendiri.


Anak Emas Ratu

Andrew kerap dijuluki sebagai ‘Anak Emas’ lantaran dirinya tetap mendapat dukungan dari Ratu Elizabeth meskipun sudah mundur dari tugas kerajaan pada tahun 2019 silam.

Pada Oktober 2021, muncul sebuah klaim bahwa sang Ratu menghabiskan jutaan poundsterling menggunakan dana pribadi untuk membiayai pembelaan putranya terhadap tuduhan pelecehan seksual yang diajukan oleh korban Epstein. Ia juga terlihat masih hadir bersama putranya itu dalam upacara peringatan Pangeran Philip pada Maret 2021.


Interview Kontroversial

Masih dengan kasus pelecehan seksualnya, Andrew Mountbatten-Windsor kembali mendapat kecaman publik usai diwawancarai secara eksklusif oleh BBC Newsnight yang tayang pada 16 November 2019.

Dalam wawancara tersebut, ia dengan tegas membantah kasus tuduhan pelecehan seksual terhadap Giuffre. Ia mengklaim bahwa pertemuannya dengan Giuffre tidak pernah terjadi lantaran dirinya sedang bersama putrinya di sebuah restoran pizza pada saat kejadian tersebut.

Andrew juga memberi klarifikasi terkait kedekatannya dengan Jeffrey Epstein, termasuk alasannya menginap di rumah predator seksual tersebut. Ia berdalih bahwa kediaman Epstein adalah tempat yang nyaman untuk ditinggali. Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa dapat berbicara dengan Epstein secara langsung merupakan hal yang terhormat.


Ditangkap Oleh Pihak Kepolisian

Andrew akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian Inggris pada hari ulang tahunnya yang ke-66, tepatnya pada Kamis (2/19) atas dugaan pelanggaran hukum selama masa jabatannya. Pihak kepolisian juga sebelumnya telah melakukan penggeledahan terhadap kediaman Andrew di Sandringham, Norfolk, Inggris.

Penangkapan ini disebut sebagai kejadian pertama kalinya yang melibatkan anggota kerajaan dalam kurun waktu 4 abad terakhir.

Berdasarkan kabar terbaru dari pihak kepolisian Thames Valley, kini Andrew masih memasuki tahap proses penyelidikan lebih lanjut.


(Astrid Riyani Atmaja/arm)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |