Jakarta -
Inka Andestha akhirnya angkat bicara menanggapi berbagai tuduhan dan komentar negatif yang menyeret namanya dalam hubungan asmaranya dengan pesepakbola nasional, Pratama Arhan.
Melalui unggahan di media sosial, Inka meluruskan sejumlah klaim warganet yang disebutnya sudah kelewat jauh.
Sebelumnya, seorang warganet menuliskan tudingan bahwa Inka telah menyukai Arhan sejak tahun lalu hingga bolak-balik Jakarta-Bangkok, bahkan disebut menangis meminta kepastian saat Arhan masih bersama Azizah Salsha alias Zize.
Warganet itu juga menyinggung adanya bukti transfer yang disebut-sebut berasal dari Arhan kepada Inka. Transaksi itu diklaim terjadi saat Arhan masih berstatus sebagai suami Zize.
"Denial banget si Inka sudah suka Arhan dari tahun lalu bolak-balik Jakarta-Bangkok, Arhan dan Zize liburan di Padang dia nangis-nangis minta kepastian," tulis seorang warganet.
"dan ada bukti tf (transfer) Arhan ke Inka, kalau nggak ada hubungan kenapa ada bukti tf segala, padahal itu suami temannya sendiri," lanjutnya.
Menanggapi berbagai narasi tersebut, Inka menilai cerita yang beredar sudah tidak masuk akal hingga akhirnya ia merasa perlu memberikan klarifikasi.
"Hi benar-benar cerita rakyat tuh seram ya? Dibelok-belokin terus. Maaf ya aku harus klarifikasi karena menurutku sudah terlalu mengarang cerita berlebihan dan semoga setelah diklarifikasi ini semuanya paham," tulis Inka.
Ia dengan tegas menyatakan tidak ada perselingkuhan dan terkait isu bukti transfer, Inka meminta pihak yang menuduh untuk mengeluarkan buktinya.
"1. Nggak ada perselingkuhan; 2. Keluarin bukti tf kalau memang ada, dan bisa akses dari mana ngelihat transferan?," ujarnya.
Inka juga membantah keras narasi bahwa ia menangis meminta kepastian di Padang kepada Arhan. Menurutnya, konteks itu sama sekali tidak berkaitan dengan sang pesepakbola.
"Minta kepastian di Padang, hei sayang aku jomblo 2 tahun terus dekat sama orang lain and emang HTS-an lumayan lama, broadcast-ku bertujuan untuk orang tersebut bukan yang anda maksud," jelas Inka.
Di bagian akhir klarifikasinya, Inka meminta publik untuk berhenti menyebarkan asumsi dan prasangka yang tidak sesuai kenyataan.
"Mohon untuk tidak membuat atau menyebarkan cerita yang tidak benar seakan-akan itu fakta. Asumsi pribadi dan prasangka kalian bukan berarti kenyataan," tulisnya.
Ia pun mengingatkan agar siapa pun tidak mengubah keburukan dalam pikirannya menjadi narasi tentang kehidupan orang lain.
"Jadi aku harap kalian bisa lebih bijak dalam berpikir dan bertindak yang merugikan tanpa tahu cerita sebenarnya. Terima kasih," tutupnya.
(KHS/fik)
Loading ...

10 hours ago
9















































