Jakarta -
Kanker usus besar atau kanker kolorektal selama ini identik dengan penyakit usia lanjut.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, kasus pada kelompok usia muda justru menunjukkan peningkatan.
Kondisi ini menjadi alarm serius karena banyak penderita baru menyadari penyakitnya saat sudah memasuki stadium lanjut.
Kanker usus adalah pertumbuhan sel abnormal di bagian usus besar (kolon) atau rektum.
Penyakit ini berkembang secara perlahan, biasanya berawal dari polip atau benjolan kecil di dinding usus yang lama-kelamaan bisa berubah menjadi ganas.
Mengapa Bisa Menyerang Usia Muda?
Secara medis, belum ada satu penyebab tunggal kanker usus pada usia muda. Namun sejumlah faktor risiko diduga berperan besar, antara lain:
1. Pola makan tidak sehat
Konsumsi tinggi daging merah, makanan olahan, rendah serat, serta minim sayur dan buah dapat meningkatkan risiko.
2. Gaya hidup sedentari
Kurang aktivitas fisik dan terlalu lama duduk berhubungan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.
3. Obesitas
Berat badan berlebih memicu peradangan kronis dalam tubuh yang dapat meningkatkan risiko kanker.
4. Riwayat keluarga
Faktor genetik berperan penting. Jika ada anggota keluarga dengan kanker usus, risiko akan meningkat.
5. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol
Kedua faktor ini dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu mutasi.
6. Penyakit radang usus kronis
Seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, yang menyebabkan peradangan jangka panjang pada usus.
7. Faktor genetik tertentu
Beberapa sindrom turunan seperti Lynch syndrome meningkatkan risiko kanker usus di usia lebih muda.
Gejala yang Sering Diabaikan
Masalahnya, gejala kanker usus pada usia muda sering dianggap sepele atau dikira gangguan pencernaan biasa. Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
- Perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit berkepanjangan)
- Feses bercampur darah atau berwarna gelap
- Nyeri atau kram perut yang terus-menerus
- Perut terasa kembung dan tidak nyaman
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Tubuh mudah lelah
- Rasa tidak tuntas setelah buang air besar
Jika gejala tersebut berlangsung lebih dari dua minggu, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.
Mengapa Sering Terlambat Terdeteksi?
Pada usia muda, dokter dan pasien sering kali tidak langsung mencurigai kanker sebagai penyebab keluhan. Akibatnya, pemeriksaan lanjutan seperti kolonoskopi sering tertunda. Padahal, deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan.
Cara Mencegah Sejak Sekarang
Meskipun tidak semua kasus bisa dicegah, risiko dapat ditekan dengan langkah berikut:
- Perbanyak konsumsi serat dari sayur, buah, dan biji-bijian
- Kurangi daging merah dan makanan olahan
- Rutin berolahraga minimal 30 menit sehari
- Jaga berat badan ideal
- Hindari rokok dan batasi alkohol
- Lakukan skrining lebih awal jika memiliki riwayat keluarga
Saat ini, sejumlah organisasi kesehatan dunia bahkan merekomendasikan skrining kanker kolorektal dimulai sejak usia 45 tahun, atau lebih awal bagi yang memiliki faktor risiko.
Jangan Anggap Remeh Keluhan Pencernaan
Kanker usus pada usia muda bukan lagi kasus langka. Perubahan gaya hidup modern diduga menjadi salah satu pemicu meningkatnya angka kejadian.
Mengenali gejala sejak dini dan tidak menunda pemeriksaan adalah kunci utama. Jika tubuh memberikan sinyal tidak biasa, jangan diabaikan. Deteksi dini bisa menyelamatkan nyawa.
(ikh/fik)
Loading ...

2 hours ago
2
















































