Kasus Penipuan Rp10 M Makin Panas, Arda Hatna: Kami Terus Kumpulkan Informasi

5 hours ago 3

Jakarta -

Kasus dugaan penipuan yang menimpa vokalis Kotak, Tantri Syalindri, masih terus bergulir. Setelah sempat memilih diam karena merasa terpukul oleh ulah orang yang dipercaya, Arda Hatna sang suami, akhirnya memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.

Arda memastikan dirinya dan keluarga tidak tinggal diam menghadapi kerugian yang dialami, baik secara materi maupun emosional. Bersama tim yang dibentuk khusus, mereka kini tengah mengumpulkan berbagai informasi dan bukti untuk mengusut dugaan penipuan yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

"Saat ini kami bersama tim masih terus mendalami dan mengumpulkan informasi terkait kasus tersebut. Yang pasti, kami juga turut berempati kepada korban-korban lainnya yang terdampak," ujar Arda dilansir dari detikcom, Rabu (24/6).

Meski menghadapi situasi yang berat, Arda dan Tantri memilih tetap tenang serta menyerahkan proses penyelesaian kasus kepada jalur hukum. Mereka berharap seluruh proses dapat berjalan sesuai aturan dan memberikan keadilan bagi semua korban.


"Untuk sementara waktu, kami memilih fokus pada proses yang sedang berjalan dan berharap semuanya dapat ditangani dengan baik sesuai jalurnya," lanjutnya.

Kasus ini pertama kali mencuat setelah Tantri membagikan pengalamannya di media sosial. Ia mengungkap dugaan penipuan yang dilakukan oleh seorang perempuan berinisial PN atau Poppy Nupitasari, yang dikenal dengan sapaan Mih Poppy. Sosok tersebut disebut merupakan teman dekat yang selama ini mendapatkan kepercayaan penuh dari keluarga Tantri dan Arda.

Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku diduga menggunakan modus penggelapan dana investasi dan tabungan milik sejumlah orang. Nilai kerugian dari seluruh korban diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Tak hanya Tantri dan Arda, korban lain disebut berasal dari berbagai kalangan, termasuk teman-teman dekat pelaku. Bahkan, sebagian dana yang diduga dibawa kabur diketahui merupakan uang yang disiapkan untuk kebutuhan pengobatan, sehingga membuat kasus ini semakin menyita perhatian publik.

Sampai saat ini, keberadaan PN masih belum diketahui setelah diduga menghilang dan memutus seluruh komunikasi sejak 21 Juni 2026. Sementara itu, pihak keluarga PN dikabarkan telah menyatakan tidak ikut bertanggung jawab atas persoalan yang sedang dihadapi tersebut.

(yoa/and)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |