VIRAL: Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Remaja di Makassar Tewas Ditembak Polisi Saat Main Pistol Mainan

4 hours ago 2

Makassartoday.com, Makassar – Sebuah rekaman CCTV menjadi bukti krusial dalam insiden tewasnya seorang remaja berinisial B (18) di tangan aparat kepolisian di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Minggu (1/3/2026).

Video yang kini beredar luas tersebut memperlihatkan perbedaan kontras antara aktivitas bermain korban dengan tindakan represif yang dilakukan oknum petugas.

Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, terlihat jelas korban B bersama sejumlah rekannya sedang berada di pinggir jalan. Mereka tampak sedang bermain perang-perangan menggunakan senjata mainan. Tidak ada tanda-tanda senjata tajam maupun aksi tawuran nyata yang terekam dalam kamera pengawas tersebut.

Situasi berubah drastis saat beberapa orang diduga kuat anggota kepolisian datang ke lokasi. Mereka bermaksud membubarkan kerumunan karena dianggap mengganggu arus lalu lintas. Namun, rekaman CCTV menunjukkan eskalasi yang sangat cepat.

Periklanan

Ad imageAd image

Fakta mengejutkan terungkap dalam rekaman saat seorang pria diduga perwira polisi, melepaskan tembakan peringatan. Tak lama setelahnya, oknum ersebut mendekati korban B dan melepaskan tembakan ke arah tubuh remaja tersebut dari jarak dekat.

Poin yang paling disorot publik dalam video tersebut adalah saat korban yang sudah terbaring lemas kemudian diseret oleh terduga oknum polisi tersebut. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya.

Saat ini, rekaman CCTV tersebut telah disita sebagai barang bukti utama. Pihak Propam Polda Sulawesi Selatan tengah melakukan investigasi mendalam terhadap oknum diduga perwira polisi tersebut atas dugaan pelanggaran SOP penggunaan senjata api yang diatur dalam Perkapolri Nomor 1 Tahun 2009

Menanggapi video yang viral tersebut, LBH Makassar memberikan kecaman keras. Berdasarkan pantauan terhadap rekaman CCTV, LBH menilai ada indikasi kuat terjadinya pelanggaran HAM berat berupa unlawful killing atau pembunuhan di luar hukum.

“Dari rekaman CCTV, sangat jelas bahwa korban tidak memberikan perlawanan yang mengancam nyawa petugas. Penggunaan senjata api dalam situasi anak-anak atau remaja bermain senjata mainan adalah tindakan yang sangat tidak proporsional dan brutal,” ujar perwakilan LBH Makassar dalam keterangan resminya.

LBH Makassar juga menyoroti tindakan menyeret korban sebagai perbuatan yang tidak manusiawi. “Menyeret tubuh seseorang yang sudah tertembak menunjukkan hilangnya rasa kemanusiaan dan pelanggaran serius terhadap prosedur penanganan medis darurat oleh aparat penegak hukum.”

LBH Makassar mendesak agar Polda Sulawesi Selatan tidak hanya memproses Iptu N melalui sidang etik internal, tetapi juga membawanya ke ranah peradilan pidana.

“Kami mendesak agar kasus ini diusut secara transparan. Rekaman CCTV adalah bukti terang benderang. Pelaku harus dijerat dengan pasal pembunuhan, bukan sekadar sanksi disiplin atau mutasi jabatan. Kami siap mendampingi keluarga korban untuk mendapatkan keadilan,” tegas pihak LBH.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |