Jakarta -
Memasuki usia 50 tahun menjadi momen krusial dalam perencanaan keuangan. Di fase ini, banyak orang mulai fokus memastikan kondisi finansial cukup kuat untuk menghadapi masa pensiun tanpa tekanan ekonomi.
Dalam laporan CNBC Indonesia, pakar keuangan di lembaga Fidelity menyebut bahwa salah satu indikator kesiapan finansial di usia 50 tahun adalah jumlah tabungan yang telah dikumpulkan.
Seseorang yang berusia 50 tahun idealnya memiliki tabungan setara enam kali pendapatan tahunannya.
Artinya, jika penghasilan per tahun berada di angka Rp100 juta, maka total tabungan yang disarankan mencapai sekitar Rp600 juta.
Angka ini ditujukan untuk membantu menjaga stabilitas finansial saat memasuki masa pensiun, yang umumnya dimulai di usia akhir 60-an.
Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa angka tersebut bukan aturan mutlak. Perencana keuangan menyebut kebutuhan tabungan sangat bergantung pada gaya hidup, rencana pensiun, serta lokasi tempat tinggal.
"Jumlah tabungan yang dibutuhkan bergantung pada beberapa faktor: kapan Anda ingin pensiun, berapa besar pengeluaran Anda di masa pensiun, dan di mana Anda tinggal," kata Nathan Sebesta, pakar keuangan.
Bagi yang merasa tabungannya belum mencapai target, masih ada waktu untuk memperbaiki kondisi keuangan. Rentang usia 50-an dinilai sebagai periode penting untuk 'mengejar ketertinggalan'.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
- Mengurangi pengeluaran yang tidak perlu
- Memprioritaskan pelunasan utang
- Menambah porsi tabungan atau investasi
- Mempertimbangkan tinggal di wilayah dengan biaya hidup lebih rendah
Dalam kondisi tertentu, pakar juga menyebut kemungkinan untuk tetap bekerja setelah usia pensiun sebagai opsi realistis.
"Tidak ada yang bermimpi harus tetap bekerja saat pensiun. Namun, bagi yang terlambat memulai dan tak bisa mengejar ketertinggalan, ini bisa jadi satu-satunya pilihan realistis," tegasnya lagi.
(dis)
Loading ...

5 hours ago
4
















































