Mengenal Skin Flooding, Teknik Skincare Viral yang Ampuh Atasi Kulit Kering
Kulit kering menjadi keluhan yang menyebalkan bagi sebagian orang, terutama ketika sudah mencoba berbagai jenis skincare tetapi kondisi ini tak kunjung membaik. Kondisi kulit kering juga bisa menjadi tanda wajah mengalami dehidrasi.
Skin flooding menjadi teknik skincare yang belakangan viral untuk membantu mengatasi permasalahan kulit kering. Teknik ini disebut bisa membuat kulit menjadi lebih lembap dan glowing dengan cara melakukan layering menggunakan beberapa produk.
Namun apa sebenarnya skin flooding dan bagaimana cara menerapkannya? Berikut merupakan ulasannya.
Pengertian Skin Flooding
Skin flooding merupakan teknik layering sejumlah produk skincare yang fokus pada hidrasi maksimal untuk kulit. Pada intinya, Anda bisa mengaplikasikan sejumlah produk skincare yang bersifat hydrating secara berurutan.
Urutan tersebut dimulai dari produk dengan tekstur paling ringan hingga paling berat. Hal ini dilakukan untuk membantu kulit menyerap serta mengunci kelembapan. Teknik skin flooding pada umumnya dilakukan saat kulit wajah dalam kondisi sedikit lembap usai cuci muka.
Skin flooding ada baiknya dilakukan tidak lama setelah mencuci muka agar kandungan skincare seperti hyaluronic acid bisa menarik dan mengikat air secara maksimal di dalam kulit.
Teknik skin flooding sendiri bukan konsep baru, tetapi lebih pada rebranding dari teknik layering produk skincare yang mungkin tanpa sadar sudah sering dilakukan.
Namun sebelum mengganti produk skincare, Anda sebaiknya memahami penyebab kulit wajah terasa kering. Kulit kering umumnya disebabkan oleh skin barrier yang melemah, eksfoliasi berlebihan, serta terlalu sering terkena udara kering atau AC.
Memastikan penyebab utama kulit kering bisa membantu Anda memilih produk skincare yang cocok karena tak semua kulit kering kekurangan minyak, tapi bisa jadi mengalami dehidrasi.
Cara Menerapkan Skin Flooding untuk Mengatasi Kulit Kering
Langkah untuk menerapkan teknik skin flooding cukup sederhana dan bisa disesuaikan dengan skincare yang Anda punya. Anda bisa memulai dengan gentle cleanser atau pembersih wajah yang lembut agar kulit tidak terasa ditarik.
Setelah selesai mencuci muka, aplikasikan hydrating toner saat kulit masih terasa lembap. Hal ini penting dilakukan untuk membuka jalan hidrasi masuk ke kulit.
Anda bisa kemudian bisa melanjutkan dengan menggunakan serum yang melembapkan, utamakan yang mengandung hyaluronic acid, gliserin, niacinamide agar hidrasi kulit berlangsung optimal. Setelah itu, gunakan moisturizer atau pelembap untuk mengunci hidrasi agar tidak cepat hilang.
Jika kulit Anda terasa sangat kering, Anda bisa menggunakan face oil setelah moisturizer agar kelembapan kulit lebih terkunci. Kunci skin flooding sendiri adalah pada penggunaan produk dari tekstur yang paling ringan hingga berat.
Meski terlihat sederhana dan sangat membantu untuk pemilik kulit kering, ada beberapa hal yang tetap harus diperhatikan. Pertama, jangan sampai melakukan layering berlebihan karena hal ini justru bisa menjadi penyebab breakout.
Pilih produk yang sesuai dengan jenis kulit dan hindari mencampurkan terlalu banyak produk. Namun hal yang paling penting adalah memberikan perhatian terhadap reaksi kulit agar produk skincare tidak jadi penyebab kulit wajah rusak.
Selain itu, perlu diingat bahwa skin flooding bukan teknik ajaib yang bisa mengubah kondisi kulit secara singkat. Kunci skin flooding adalah konsistensi dan pemilihan produk yang tepat sesuai kebutuhan kulit.
Jika bisa dilakukan dengan benar, wajah akan terasa lebih lembap, sehat, halus, dan glowing secara alami tanpa perlu terlalu banyak langkah perawatan kulit.

5 hours ago
4
















































