Paris Hilton Kenang Video Pribadi yang Bocor, Kemunculan AI Makin Bikin Trauma

2 hours ago 1

Jakarta -

Paris Hilton kembali menyuarakan kisah pribadinya dengan cara yang jujur dan menyentuh.

Sosialita sekaligus pengusaha itu berbicara terbuka tentang trauma lama yang kembali menghantuinya-bocornya video intim dirinya saat berusia 19 tahun.

Dalam konferensi pers untuk mendukung RUU DEFIANCE, Paris menegaskan bahwa peristiwa yang selama ini kerap disebut skandal sesungguhnya adalah bentuk pelecehan.

"Ketika saya berusia 19 tahun, sebuah video pribadi dan intim saya dibagikan ke seluruh dunia tanpa persetujuan saya. Orang-orang menyebutnya skandal. Bukan. Itu adalah pelecehan," ujar Paris Hilton di People, Jumat (23/1).


Berdiri di samping anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez, Paris tampak emosional saat mengingat masa-masa ketika dirinya belum memiliki perlindungan hukum apapun.

"Saat itu tidak ada hukum untuk melindungi saya. Bahkan tidak ada kata-kata untuk menggambarkan apa yang telah dilakukan kepada saya," katanya.

Paris mengaku dirinya menjadi bahan olok-olok publik. Rasa takut, malu, dan kehilangan kendali atas tubuh serta reputasinya ia tanggung sendirian, sementara penderitaannya justru dijadikan hiburan.

"Mereka menghina saya. Mereka menertawakan saya dan menjadikan saya bahan lelucon," ungkap Paris.

"Saya kehilangan kendali atas tubuh saya, atas reputasi saya. Rasa aman dan harga diri saya telah dicuri," sambungnya.

Selama bertahun-tahun, Paris Hilton berusaha bangkit dan merebut kembali kendali hidupnya.

Ia sempat merasa bahwa masa terburuk telah berlalu, sampai teknologi kecerdasan buatan menghadirkan ancaman baru.

"Saya percaya bahwa yang terburuk telah berlalu, tetapi ternyata tidak," katanya.

Menurut Paris, pornografi deepfake kini membuat siapa pun bisa menjadi korban, tanpa perlu rekaman nyata.

"Apa yang terjadi pada saya saat itu kini terjadi pada jutaan wanita dan gadis dengan cara yang baru dan lebih mengerikan," ucap Paris.

"Pornografi deepfake telah menjadi epidemi," sambungnya.

Paris juga mengungkap bahwa lebih dari 100.000 gambar deepfake eksplisit tentang dirinya telah dibuat oleh AI.

"Tidak satu pun dari gambar-gambar itu nyata, tidak satu pun yang berdasarkan persetujuan," kata Paris.

"Setiap kali gambar baru muncul, perasaan mengerikan itu kembali," sambungnya.

Sebagai seorang ibu, Paris Hilton mengaku ketakutan membayangkan dunia digital yang akan dihadapi putrinya kelak.

"Sekarang saya memiliki seorang putri, dan saya akan melakukan apapun untuk melindunginya," ujar Paris.

"Dan itulah mengapa saya di sini," lanjutnya.

Suami Paris, Carter Reum, terlihat setia mendampinginya sepanjang acara di Capitol Hill, menunjukkan dukungan penuh atas perjuangan sang istri.

Menutup pidatonya, Paris Hilton menegaskan bahwa ia kini berbicara bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi untuk semua perempuan yang tak memiliki suara.

"Saya Paris Hilton, seorang wanita, seorang istri, seorang ibu, seorang penyintas," kata Paris.

"Dan apa yang dilakukan kepada saya adalah salah," sambungnya.

Sebagai informasi tambahan, Undang-Undang DEFIANCE dirancang untuk memberikan hak kepada korban deepfake seksual non-konsensual untuk mengajukan tuntutan perdata terhadap individu yang membuat dan menyebarkan konten tersebut.

RUU ini memberikan para penyintas pelecehan berbasis gambar alat hukum yang lebih kuat untuk melawan ketika gambar intim dibagikan tanpa persetujuan, termasuk deepfake berbahaya yang dihasilkan oleh AI.

Dengan suara yang lebih kuat dan tanpa rasa malu, Paris Hilton memilih untuk terus mengatakan kebenaran-demi melindungi generasi berikutnya.

(ikh/fik)

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |