Pola Asuh Orang Tua Disorot, Taufik Hidayat Anak Paling Disayang karena Tampan

12 hours ago 5

Jakarta -

Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR yang menjerat Taufik Hidayat terus menjadi sorotan publik.

Di tengah proses hukum yang masih berlangsung, perhatian kini juga mengarah pada latar belakang keluarga tersangka, terutama pola asuh yang diterapkan orang tuanya sejak kecil.

Sejumlah pengakuan dari warga sekitar hingga ayah kandung Taufik memunculkan perbincangan mengenai bagaimana lingkungan keluarga diduga membentuk perjalanan hidupnya.

Salah satu yang menjadi perhatian datang dari Kepala Desa Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Kusnaedi. Ia mengaku telah mengenal Taufik sejak masih kecil dan menilai perilaku agresifnya sudah terlihat sejak usia muda.


Menurut Kusnaedi, Taufik kerap terlibat perselisihan dengan warga sekitar. Namun, setiap kali terjadi masalah, sang ayah disebut selalu membela putranya.

"Kalau ribut sama tetangga suka dibela ayahnya, jadi kesayangan," kata Kusnaedi, dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.

Ia menilai kebiasaan tersebut membuat Taufik tidak mendapatkan teguran yang tegas ketika berbuat salah. Kusnaedi juga mengungkapkan bahwa perilaku Taufik sudah menjadi perhatian sejak kecil.

"Waktu kecil pas ngaji juga minum obat (obat-obatan terlarang). Sudah gede nggak ada yang mau temenan, pada takut, orangnya brutal, sudah kelihatan dari kecilnya juga," ujarnya.

Tak hanya itu, Kusnaedi mengungkapkan bahwa Taufik pernah tersangkut persoalan hukum jauh sebelum kasus YTR mencuat.

Ia mengaku sempat membantu mengurus perkara yang melibatkan Taufik sekitar 10 tahun lalu.

"Pernah ditahan kasus penganiayaan dan penggelapan motor, saya yang ngurusin. Motor orang Garut. Pernah ditahan di Polres Rancaekek, divonis 1,5 tahun dipenjara," jelasnya.

Setelah menjalani hukuman, Kusnaedi mengaku sudah lama tidak bertemu dengan Taufik hingga namanya kembali menjadi sorotan dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR.

Sementara itu, pengakuan mengejutkan juga disampaikan ayah Taufik, Tata. Ia mengaku pernah menjadi korban kekerasan yang dilakukan anaknya sendiri.

"Saya pernah dipukul kepala pakai kayu. Waktu itu saya lagi macul di sawah, dia di rumah lagi nganggur, mau makan nggak ada apa-apa," tutur Tata.

Menurutnya, Taufik datang ke sawah dalam keadaan marah karena tidak menemukan makanan di rumah.

"Dia datang ke sawah, langsung mukul, ngagebru (jatuh). Untung saya ada teman dua, mau mukul lagi dihalangin," lanjutnya.

Usai kejadian tersebut, Taufik disebut meninggalkan rumah selama sekitar satu minggu. Namun, ia akhirnya kembali dan meminta maaf kepada sang ayah.

"Dia pergi kabur, nggak balik lagi ke rumah. Kabur seminggu, datang lagi, minta maaf sambil nangis. Kapoekan (khilaf) katanya," ujar Tata.

Meski pernah dipukul oleh putranya sendiri, Tata mengaku tetap memaafkan Taufik.

Dalam perbincangannya bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Tata juga mengakui bahwa Taufik merupakan anak yang paling disayang.

Saat ditanya alasan selalu membela Taufik, ia memberikan jawaban yang kemudian ramai diperbincangkan publik.

"Soalnya ganteng dia mah nggak kayak yang lain," ucap Tata sambil tersenyum.

Tata juga menceritakan kondisi anak-anaknya yang lain. Anak pertama perempuan telah meninggal dunia karena sakit. Anak kedua disebut memiliki kebiasaan mabuk-mabukan, sementara anak bungsunya meninggal dunia akibat overdosis obat-obatan.

Taufik Hidayat hingga kini masih menjalani proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR.

Aparat kepolisian masih terus mendalami perkara tersebut untuk mengungkap seluruh fakta yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana yang terjadi.

(KHS/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |