Ribuan Anak Terlibat di Piala Dunia 2026, Ini Tujuan Sebenarnya

10 hours ago 6

Jakarta -

Bagi para penggemar sepak bola, pemandangan pemain yang memasuki lapangan sambil menggandeng anak-anak tentu sudah sangat familiar. Momen tersebut hampir selalu terlihat sebelum pertandingan besar dimulai, termasuk di ajang Piala Dunia.

Namun ternyata, tradisi ini bukan sekadar bagian dari seremoni pembukaan pertandingan atau pelengkap acara sebelum kick-off. Di baliknya terdapat pesan sosial yang sudah dijalankan selama lebih dari dua dekade.

Banyak orang mungkin menganggap kehadiran anak-anak di samping para pemain hanya untuk menambah kemeriahan suasana stadion. Padahal, tradisi tersebut lahir dari kampanye global yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang hak-hak anak di seluruh dunia.

Berawal dari Piala Dunia 2002

Tradisi pemain berjalan ke lapangan bersama anak-anak pertama kali diperkenalkan pada Piala Dunia 2002 yang berlangsung di Korea Selatan dan Jepang.


Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara FIFA dan UNICEF. Saat itu, kedua organisasi ingin memanfaatkan popularitas sepak bola sebagai sarana untuk menyampaikan pesan penting mengenai kesejahteraan anak.

UNICEF menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan mendorong pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak, kesempatan bermain, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang.

Kehadiran anak-anak di lapangan juga menjadi simbol bahwa setiap orang memiliki tanggung jawab untuk membantu menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.

Ribuan Anak Terlibat di Piala Dunia 2026

Tradisi tersebut kembali diterapkan pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Khusus di Amerika Serikat, pemilihan anak-anak yang mendampingi para pemain dilakukan melalui kerja sama antara Quaker Oats dan organisasi Common Goal.

Program ini akan melibatkan sekitar 1.400 anak yang akan tampil dalam 66 pertandingan yang berlangsung di 11 kota tuan rumah.

Bagi anak-anak yang terpilih, kesempatan tersebut tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga. Tidak banyak yang bisa merasakan berjalan berdampingan dengan pemain-pemain terbaik dunia di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati stadion.

Bukan Hanya Masuk Lapangan

Selain mendampingi pemain saat memasuki lapangan, biasanya terdapat seorang anak yang mendapat tugas khusus untuk berjalan bersama wasit sambil membawa bola pertandingan.

Momen tersebut sering menjadi salah satu bagian paling menarik sebelum pertandingan dimulai dan kerap diabadikan oleh kamera televisi dari seluruh dunia.

Tradisi yang sama juga akan berlangsung di Kanada dan Meksiko sebagai sesama tuan rumah Piala Dunia 2026, meskipun didukung oleh sponsor yang berbeda.

Ingin Menginspirasi Generasi Muda

Senior Vice President Marketing Quaker Foods, Tina Mahal, menjelaskan bahwa Piala Dunia merupakan salah satu ajang olahraga yang memiliki kekuatan luar biasa dalam menyatukan masyarakat dari berbagai negara dan latar belakang.

"FIFA World Cup adalah salah satu momen paling universal dalam olahraga global yang mampu menyatukan banyak orang dengan cara yang hanya bisa dilakukan oleh sedikit hal lainnya," kata Tina Mahal dalam pernyataan resminya.

Ia menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman istimewa bagi anak-anak, tetapi juga bertujuan menyediakan edukasi mengenai nutrisi bagi keluarga dan komunitas.

Selain itu, program ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk terus bermimpi dan berani mengejar cita-cita mereka, baik di dalam maupun di luar lapangan sepak bola.

Simbol Kepedulian yang Terus Dipertahankan

Meski telah menjadi bagian rutin dalam pertandingan sepak bola modern, tradisi pemain masuk lapangan bersama anak-anak tetap memiliki makna yang kuat.

Tradisi ini menjadi simbol kampanye kepedulian terhadap kesejahteraan anak yang terus dibawa FIFA dalam setiap turnamen besar.

Di balik sorotan lampu stadion, gemerlap kompetisi, dan persaingan antarnegara, kehadiran anak-anak di lapangan menjadi pengingat bahwa sepak bola tidak hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang harapan, inspirasi, dan masa depan generasi berikutnya.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |