Sempat Laris Manis, Bisnis As Ever Milik Meghan Markle Kini Hadapi Tantangan Besar

11 hours ago 6

Jakarta -

Bisnis gaya hidup milik Meghan Markle, As Ever, tengah menjadi sorotan. Setelah sempat mencuri perhatian berkat penjualan yang laris manis saat pertama kali diluncurkan, kini merek tersebut dikabarkan menghadapi tantangan baru berupa stok produk yang masih menumpuk.

Menurut laporan yang beredar, istri Pangeran Harry itu berpotensi mengalami kerugian hingga US$5 juta atau sekitar Rp88,5 miliar jika sejumlah produk tidak berhasil terjual sebelum masa kedaluwarsanya berakhir.

Produk yang dimaksud antara lain selai, teh, dan taburan bunga (flower sprinkles) yang menjadi bagian dari lini produk As Ever.

Berawal dari Kesuksesan Besar

Saat pertama kali meluncurkan As Ever pada April 2025, Meghan Markle berhasil mencuri perhatian pasar. Berbagai produk yang dijual melalui situs resminya dilaporkan habis terjual hanya dalam hitungan menit.


Melihat tingginya minat konsumen, Meghan kemudian meningkatkan jumlah produksi secara signifikan. Dua bulan setelah peluncuran awal, stok produk ditambah hingga sekitar 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya.

Keputusan tersebut awalnya membuahkan hasil positif. Produk yang kembali tersedia langsung diserbu pembeli dan kembali terjual habis dalam waktu singkat.

Tak lama kemudian, Meghan juga memperluas lini produknya dengan menghadirkan rosé wine yang juga mendapat sambutan luar biasa dari pelanggan. Produk tersebut bahkan disebut habis terjual dalam waktu kurang dari satu jam.

Kesuksesan itu membuat Meghan semakin optimistis mengembangkan bisnisnya dalam skala yang jauh lebih besar.

"Tiba-tiba pembicaraan yang awalnya hanya tentang beberapa ribu toples dan tutup berubah menjadi kebutuhan membuat pesanan satu juta unit. Itu lompatan yang sangat besar hanya dalam beberapa bulan setelah memulai bisnis," kata Meghan Markle kepada Bloomberg pada Agustus tahun lalu.

Stok Belum Terjual Capai Ratusan Ribu Unit

Namun, ekspansi besar-besaran tersebut kini disebut menimbulkan tantangan tersendiri.

Pada Januari 2026, sebuah kesalahan teknis di situs As Ever dikabarkan sempat memperlihatkan data inventaris yang menunjukkan sekitar 650.190 unit produk masih tersedia dan belum terjual.

Menurut laporan Page Six, apabila stok selai yang tersisa tidak habis terjual hingga batas waktu yang ditentukan, potensi kerugian bisa mencapai US$5 juta. Jika stok taburan bunga juga mengalami nasib serupa, nilai kerugian disebut dapat bertambah sekitar US$1 juta lagi.

Bahkan, sumber yang dikutip media tersebut sebelumnya mengklaim bahwa stok selai yang dimiliki Meghan sangat banyak hingga sebagian dibagikan kepada staf Netflix secara gratis.

Trafik Situs Mengalami Penurunan

Di sisi lain, jumlah pengunjung situs As Ever dilaporkan mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir.

Data Similarweb menunjukkan situs tersebut menerima sekitar 246 ribu kunjungan pada Desember, dengan 180 ribu pengunjung berasal dari Amerika Serikat.

Namun angka tersebut menurun cukup tajam pada Januari 2026 menjadi sekitar 89 ribu kunjungan dari AS. Penurunan serupa juga terlihat pada bulan-bulan berikutnya.

Pada Februari 2026, situs As Ever mencatat sekitar 213 ribu kunjungan secara total dengan 83,5 ribu berasal dari AS. Kemudian pada Maret jumlah pengunjung dari AS mencapai sekitar 94 ribu dari total 226 ribu kunjungan.

Sementara itu, April 2026 menjadi periode dengan penurunan yang cukup signifikan, yakni sekitar 61,5 ribu kunjungan dari AS dari total 178 ribu kunjungan.

Meski demikian, data kunjungan situs tidak selalu mencerminkan kondisi penjualan secara langsung. Hingga saat ini, As Ever belum pernah merilis angka penjualan resmi kepada publik.

Pihak Meghan Markle Bantah Isu Kebangkrutan

Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, pihak Meghan Markle membantah anggapan bahwa bisnis As Ever sedang menuju kebangkrutan.

Juru bicara Duchess of Sussex menyebut berbagai laporan tersebut hanya mengulang narasi lama yang terus muncul tanpa bukti yang jelas.

"Masalah dengan semua artikel Daily Mail tentang kiamat As Ever yang ditulis Alison Boshoff adalah bahwa semuanya seperti Groundhog Day: prediksi yang sama, sumber anonim yang sama, keyakinan yang sama, dan entah bagaimana kami masih menunggu bencana yang mereka janjikan sejak 2024."

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pihak Meghan masih optimistis terhadap masa depan As Ever dan tidak melihat adanya tanda-tanda bisnis tersebut berada dalam kondisi kritis.

Meski demikian, publik masih menantikan bagaimana strategi Meghan Markle dalam menghabiskan stok yang tersisa dan menjaga momentum bisnisnya di tengah persaingan industri gaya hidup yang semakin ketat.

(yoa/yoa)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |