Jakarta -
Kisah pilu seorang perempuan asal Kabupaten Bandung berinisial YTT (29) menjadi sorotan publik setelah diduga mengalami penyekapan dan penganiayaan oleh kekasihnya selama hampir tiga tahun.
Kasus ini terungkap setelah keluarga menerima kabar bahwa YTT tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
Sebelumnya, korban diketahui menghilang sejak 2023 dan sulit dihubungi keluarganya setelah menjalin hubungan dengan seorang pria bernama Taufik Hidayat.
Adik korban, Syahrul Ulum, mengaku syok saat pertama kali melihat kondisi sang kakak di rumah sakit.
Menurutnya, kondisi YTT sangat jauh berbeda dibanding saat terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga.
"Muka sudah hancur. Mata kanan sudah infeksi, mata kiri sudah mengecil. Bibir bagian atas juga sudah enggak ada. Di kaki ada bekas bacokan," ungkap Syahrul seperti dikutip dari keterangan keluarga kepada media.
Tak hanya mengalami luka fisik serius, YTT juga disebut kehilangan penglihatannya. Kondisi kedua mata korban mengalami kerusakan akibat infeksi yang diduga terjadi selama rentang waktu ia menghilang dari keluarganya.
Menurut keluarga, YTT mulai berpacaran dengan terduga pelaku pada 2023 setelah keduanya bertemu dalam sebuah konser musik di Bandung.
Pria tersebut bahkan sempat diperkenalkan kepada keluarga dan datang ke rumah korban. Namun setelah itu, komunikasi YTT dengan keluarga perlahan terputus hingga akhirnya hilang kabar selama hampir tiga tahun.
Titik terang keberadaan korban muncul pada 10 Juni 2026. Keluarga menerima telepon dari seseorang yang mengaku telah menolong YTT dan mengabarkan bahwa korban berada di RSHS Bandung.
Belakangan, orang yang menghubungi keluarga itu diduga merupakan pelaku sendiri.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan berat terhadap korban.
Laporan tersebut dibuat keluarga pada 12 Juni 2026. Polisi menduga korban mengalami berbagai bentuk kekerasan selama kurun waktu menghilang dari keluarganya.
Korban mengalami gangguan penglihatan berat, kesulitan berbicara, tidak dapat berjalan normal, serta luka serius di sejumlah bagian tubuh diduga dipukul benda tajam.
Selain penderitaan fisik yang dialami, keluarga juga melaporkan adanya kerugian materi yang ditaksir mencapai sekitar Rp52 juta.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu terduga pelaku untuk mengungkap seluruh fakta di balik kasus yang menghebohkan tersebut.
(dis/dis)
Loading ...

9 hours ago
4
















































