Wali Kota Makassar Tekankan Digitalisasi Jadi Kunci Capai Target PAD 2026 di Rakor Semarang

19 hours ago 17

Makassartoday.com, Semarang – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memberikan instruksi keras kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengelola pendapatan daerah.

Pria yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa setiap agenda pemerintahan harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan kota.

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tahun 2026.

Kegiatan strategis ini dilangsungkan di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (9/2/2026) dengan menghadirkan seluruh stakeholder terkait.

Periklanan

Ad imageAd image

Dalam sambutannya, Appi menekankan agar Rakor ini tidak hanya dipandang sebagai rutinitas tahunan atau sekadar agenda seremonial belaka.

Ia menginginkan adanya output yang konkret dari setiap diskusi yang dilakukan selama rapat koordinasi tersebut berlangsung.

Bagi Appi, setiap komitmen yang lahir dalam Rakor ini adalah sebuah janji suci atau “akad” yang harus ditepati oleh para pejabat.

Ia bahkan memberikan perumpamaan yang cukup dalam mengenai konsekuensi moral jika target yang telah disepakati tidak tercapai.

Menurutnya, akad yang tidak diselesaikan atau janji yang tidak ditepati memiliki konsekuensi spiritual yang berat, yakni dosa.

Penekanan ini diberikan agar seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas mereka.

Wali Kota Makassar ini juga menyoroti penggunaan anggaran daerah dalam pelaksanaan kegiatan koordinasi di luar daerah seperti ini.

Ia menyatakan akan terasa sangat naif apabila anggaran yang digunakan besar, namun manfaat yang dibawa pulang sangat minim.

Para peserta diminta untuk benar-benar menyerap ilmu dan strategi yang dipaparkan oleh para narasumber yang hadir.

Appi menilai banyak sekali potensi yang bisa digali dari setiap materi diskusi untuk kemudian diterapkan di Kota Makassar.

Setiap pelajaran yang dipetik harus mampu diterjemahkan menjadi kebijakan atau terobosan baru di masing-masing perangkat daerah.

Inovasi menjadi poin kunci yang berkali-kali ditekankan oleh politisi Partai Golkar ini dalam sambutannya tersebut.

Ia mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan SKPD lainnya untuk lebih berani keluar dari zona nyaman.

Setiap OPD diharapkan mampu menciptakan cara-cara baru dalam menggali potensi pendapatan yang ada di wilayah kerja masing-masing.

Appi meyakini bahwa Makassar memiliki kekayaan potensi yang sangat besar jika dikelola dengan cara-cara yang cerdas dan maksimal.

Ia pun secara optimistis menetapkan bahwa potensi PAD Kota Makassar tidak boleh berada di bawah angka Rp2,7 triliun.

Angka tersebut dianggap sebagai target yang realistis untuk dicapai mengingat kondisi ekonomi dan pertumbuhan kota saat ini.

Namun, untuk mencapai target yang ambisius itu, dibutuhkan perubahan pola kerja yang lebih modern dan cepat.

Salah satu solusi utama yang ditawarkan oleh Wali Kota Makassar adalah melalui penguatan pendekatan digitalisasi.

Sistem digital dinilai dapat menutup celah kebocoran dan mempercepat proses administrasi pendapatan di berbagai sektor.

Menutup rangkaian pembukaan, Appi mengajak seluruh jajaran untuk menjaga keakraban demi soliditas dalam mewujudkan kemandirian fiskal Kota Makassar.

(**)

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |