Jakarta -
Stiker barcode bekas penerbangan sering ditempel di koper sebagai sebuah 'tanda jasa' atau kenang-kenangan perjalanan bagi banyak traveler. Namun pakar industri penerbangan memperingatkan bahwa kebiasaan sepele ini sebaiknya tidak dilakukan.
Pasalnya, menempel stiker barcode dari perjalanan sebelumnya bisa menjadi pemicu utama koper pelancong hilang atau salah rute ke bandara lain.
Stiker bagasi yang ditempelkan petugas ke koper saat check-in di bandara keberangkatan berisi banyak informasi vital seperti nomor penerbangan, kode bandara tujuan, hingga data pemilik. Jika ada lebih dari satu stiker aktif di koper Anda, sistem sortir otomatis di bandara bisa kebingungan.
Kebingungan yang dialami sistem sortir bagasi otomatis di bandara kemudian bisa membuat koper pelancong hilang atau bahkan terkirim ke bandara lain yang bukan tujuan pelancong.
Chief Operating Officer (COO) Air New Zealand, Kate Boyer menyarankan para pelancong untuk melakukan 'pembersihan koper' sebelum berangkat ke bandara. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan informasi penerbangan baru bisa terdeteksi dengan tepat.
"Melepas label lama membantu memastikan informasi perjalanan terbaru menjadi yang paling mudah terbaca. Hal ini meminimalisir risiko kesalahan sistem otomatis yang dapat menghambat perjalanan bagasi Anda," jelas Boyer seperti dilaporkan oleh Travel + Leisure, dikutip Selasa (5/5).
Selain label besar yang dilingkarkan di gagang koper, stiker barcode kecil yang ditempel di badan koper juga berfungsi sebagai cadangan jika label utama rusak. Oleh karena itu, stiker lama yang tetap menempel memperbesar peluang koper Anda 'terbang' ke destinasi lama.
Tak hanya risiko koper 'nyasar', membiarkan label bagasi tetap menempel atau membuangnya sembarangan juga meningkatkan risiko kejahatan. Tak sedikit yang melaporkan adanya penyalahgunaan data dari barcode koper untuk tindak kejahatan.
Pelaku bisa mengambil label bagasi dari tempat sampah, kemudian menggunakan data yang tertera untuk mengajukan klaim ganti rugi palsu karena 'kehilangan' bagasi. Oleh karena itu, pakar menyarankan pelancong untuk merobek label sebelum dibuang agar tidak terbaca.
Selain melepas stiker bagasi lama, para pakar penerbangan juga menyarankan pelancong untuk menggunakan aplikasi resmi maskapai sebelum terbang untuk membantu melacak keberadaan koper. Penggunaan perangkat seperti Apple AirTag juga bisa membantu koper terlacak.
Boyer juga berpendapat bahwa penggunaan aksesori seperti pita atau tali memang memudahkan pencarian koper, tetapi ukuran yang terlalu panjang justru bisa meningkatkan risiko koper tersangkut di sistem sortir hingga menyebabkan kerusakan.
Pastikan koper untuk selalu berada dalam keadaan bersih dari stiker lama sebelum terbang untuk mencegah koper hilang atau terbang ke bandara yang salah.
(asw/fik)
Loading ...

1 day ago
12
















































