Jakarta -
Gambar cadas yang ditemukan di dinding gua Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, resmi menyandang predikat sebagai lukisan purba tertua di dunia.
Usianya diperkirakan lebih dari 67.800 tahun, dibuat pada masa Homo sapiens sudah menetap dan beraktivitas di wilayah Sulawesi.
Penetapan ini bukan tanpa alasan. Selain faktor usia yang jauh melampaui temuan serupa di berbagai belahan dunia, lukisan cadas tersebut menyimpan teknik artistik yang dianggap sangat maju untuk ukuran manusia purba.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menjelaskan bahwa salah satu unsur paling menonjol dari lukisan tersebut adalah gambar cap tangan yang menghiasi dinding gua.
Meski motif cap tangan dikenal universal dan ditemukan juga di berbagai situs prasejarah dunia, teknik yang digunakan di Pulau Muna dinilai berbeda.
"Di negara-negara Eropa yang 30 ribu tahun yang lalu juga ada cap tangan. Tapi di sini kami menemukan cap jarinya dibuat melebar, artinya si seniman ini menggambar dengan menyemprotkannya lewat mulut," kata Fadli Zon di Detik, Jumat (23/1).
Teknik semprot tersebut menunjukkan bahwa manusia purba tidak sekadar menempelkan tangan ke dinding gua, tetapi sudah memiliki konsep visual dan metode khusus dalam menciptakan karya.
Cat yang digunakan pun berasal dari oaker berwarna merah, bahan alami yang lazim digunakan pada masa prasejarah.
"Artinya ada satu upaya dari nenek moyang kita buat bikin cetakan tangan. Ada kreasi, yang jarinya diruncingkan, jari-jarinya itu runcing. Ini lebih menarik," lanjutnya.
Usai ditetapkan sebagai Cagar Budaya tingkat Provinsi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga dan melindungi situs tersebut.
Jika sebelumnya masyarakat bebas keluar-masuk hingga menyentuh dinding gua, ke depan akses akan diperketat demi menjaga kelestarian lukisan purba tersebut.
Fadli Zon menyebutkan pemerintah akan mempelajari berbagai opsi pengelolaan situs, termasuk kemungkinan pembatasan akses seperti yang dilakukan di Prancis.
"Kalau di Prancis, gua ditutup dan dibuat replikanya. Kebanyakan mengubah tapi nanti akan kita lihat ya, saran dari peneliti dan ahli, lalu apa yang perlu kita lakukan," ujarnya.
Pulau Muna sendiri menyimpan potensi besar sebagai kawasan prasejarah. Fadli Zon mengungkapkan terdapat lebih dari 50 gua di wilayah tersebut.
Temuan serupa juga tersebar di berbagai daerah lain di Indonesia, seperti Kalimantan dengan sekitar 58 gua, Fakfak di Papua Barat, hingga wilayah Nusa Tenggara Timur dan Barat.
Ia memprediksi jumlah lukisan purba di Indonesia bisa mencapai ribuan, dengan rentang usia yang berbeda-beda. Beberapa lukisan bergambar perahu, misalnya, diperkirakan berusia sekitar 4.000 tahun.
"Jadi memang ada lapisan kehidupan yang berlanjut, bukan berhenti sampai di sini saja. Lukisan purba tertua yang sekarang bakal dijadikan narasi yang penting bagi sejarah awal peradaban Nusantara, apakah nanti sebagai wisata alam, sejarah, budaya, kita bangun ekosistemnya, supaya gak rusak," tegas Fadli Zon.
Penemuan ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penting peradaban manusia purba dunia, dengan warisan budaya yang tidak hanya tua, tetapi juga kaya akan nilai artistik dan sejarah.
(ikh/ikh)

2 hours ago
1
















































