Jakarta -
Kecelakaan kereta api (KA) yang terjadi pada Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur telah mengguncang publik. Kecelakaan ini melibatkan Kereta Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line.
Menurut kronologi yang diungkapkan pihak berwajib, Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong belakang KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur dengan kecepatan tinggi, mengakibatkan tabrakan maut yang memakan korban jiwa.
Argo Bromo Anggrek merupakan salah satu KAJJ yang menjadi primadona transportasi di Pulau Jawa.
Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek yang populer dengan sebutan Argo Anggrek merupakan salah satu primadona transportasi yang menghubungkan Stasiun Gambir (Jakarta) dengan Stasiun Pasar Turi (Surabaya).
Kereta yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) ini merupakan simbol kemewahan dan kecepatan di jalur utara Pulau Jawa dengan deretan gerbong eksekutif.
Nama Bromo sendiri merujuk pada gunung ikonik di Jawa Timur, sedangkan Anggrek diambil dari bunga nasional Indonesia.
KA Argo Bromo Anggrek dalam hierarki transportasi kereta api nasional menempati kasta tertinggi sebagai kereta kelas satu.
Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan nomor perjalanan 1 hingga 4 dalam Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka).
KA Argo Bromo Anggrek mampu menempuh jarak sejauh 720 kilometer hanya dalam waktu 7 jam 45 menit, memecahkan rekor sebagai kereta api tercepat di rute Jakarta-Surabaya.
Maka untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang, KA Argo Bromo Anggrek punya jadwal keberangkatan dua kali setiap hari, yakni pada pagi dan malam hari.
Jejak kereta ini bermula 31 tahun lalu, kala Presiden Soeharto meresmikan JS950 Argo Bromo pada 21 Juli 1995, bertepatan dengan Hari Teknologi Nasional.
Nama JS950 sendiri punya makna mendalam, yakni Jakarta-Surabaya dalam 9 jam yang diluncurkan berbarengan dengan peringatan 50 tahun kemerdekaan. Kereta ini kemudian mengalami evolusi pada tahun 1997 dengan peluncuran varian 'Anggrek'.
Keunggulan evolusi ini terletak pada penggunaan teknologi bogie K9 (CL243 bolstreless) hasil kolaborasi dengan Alstrom. Teknologi air suspense ini memungkinkan kereta api untuk melaju stabil hingga kecepatan 120 km/jam dengan guncangan yang sangat minim.
Argo Anggrek kemudian memiliki dua pilihan kelas mewah, yakni kelas eksekutif dan luxury yang menawarkan fasilitas terbaik bagi penumpang. Kereta ini kemudian berhenti di beberapa titik stasiun yakni:
- Stasiun Gambir (Jakarta)
- Stasiun Cirebon
- Stasiun Tegal
- Stasiun Pekalongan
- Stasiun Semarang Tawang
- Stasiun Bojonegoro
- Stasiun Surabaya Pasar Turi
Termasuk dalam deretan kereta api mewah, penumpang kemudian perlu merogoh kocek cukup dalam untuk tiket Argo Bromo Anggrek dengan harga sebagai berikut:
1. Argo Bromo Anggrek Kelas Eksekutif AA: Rp2.250.000
2. Argo Bromo Anggrek Kelas Eksekutif AB: Rp720.000
3. Argo Bromo Anggrek Kelas Eksekutif AC: Rp850.000
4. Argo Bromo Anggrek Kelas Eksekutif AD: Rp980.000
(asw)
Loading ...

5 hours ago
6
















































