Jakarta -
Aktor senior Tio Pakusadewo mengungkap kondisi kesehatannya yang sempat menurun dalam enam bulan terakhir. Selama periode tersebut, pria berusia 62 tahun itu beberapa kali menjalani perawatan medis hingga harus berpindah-pindah rumah sakit.
Dengan nada bercanda, Tio menggambarkan pengalamannya itu seperti sedang melakukan perjalanan keliling rumah sakit.
"Touring, touring rumah sakit," seloroh Tio Pakusadewo, Rabu (24/6).
Belum lama ini, Tio kembali menjalani rawat inap. Ia mendapatkan terapi antibiotik yang harus dikonsumsi selama satu bulan penuh. Setelah diperbolehkan pulang, perawat masih rutin datang ke rumahnya setiap pagi dan malam untuk memantau kondisi kesehatannya.
Saat menceritakan awal mula sakit yang dialaminya, Tio mengaku merasa heran karena semuanya bermula dari masalah yang tampak sepele, yakni cegukan yang tak kunjung berhenti.
"Lucu ini ganti-ganti ya. Awalnya dari cegukan. Cegukan, tapi ini empat bulan nggak berhenti. Sampai tidur, bangun, tidur, makan, semua cegukan," ungkapnya.
Meski terus mengalami cegukan, Tio tetap menjalani aktivitas syuting di Bandung. Menariknya, keluhan tersebut justru hilang saat dirinya bekerja di lokasi syuting.
Namun, setelah kembali ke Jakarta, kondisi kesehatannya mendadak memburuk. Ia mengalami sesak napas dan harus segera mendapatkan penanganan medis.
"Selesai dari Bandung, balik Jakarta sehari, malamnya sudah nggak ada napas. Terus rumah sakit, langsung dirujuk ke rumah sakit pertama, pasang ring karena penyumbatannya sudah 94 persen. Ya, terus itu selesai dari situ, cegukannya nggak sembuh," tuturnya.
Masalah kesehatan yang dihadapinya tidak berhenti sampai di situ. Setelah menjalani pemasangan ring jantung, Tio kembali mengalami HNP atau saraf kejepit yang membuatnya merasakan nyeri luar biasa.
"Jadi pulang ke rumah itu, di jalan meriang. Meriang, meriang, meriang gitu, sampai di rumah, tidur, pagi-pagi nggak bisa bangun. Sudah nggak bisa bangun," ungkap Tio Pakusadewo.
Kondisinya sempat membaik, tetapi kembali kambuh setelah menghadiri acara reuni bersama rekan-rekan seniornya. Saat itu, ia terlalu lama duduk di kursi roda hingga akhirnya harus kembali mendapatkan perawatan.
"Terus sembuh sebentar. Ada acara reunian senior. Datang ke sana, pokoknya kelamaan duduk di kursi roda, 4 jam. Dari situ, pulang ke rumah, back to zero, sakit lagi. Masuk lagi ke rumah sakit," jelasnya.
Selama menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan beberapa masalah kesehatan lain yang juga membutuhkan penanganan. Salah satunya adalah kebocoran katup jantung yang membuatnya dirujuk ke Rumah Sakit Harapan Kita.
"Ternyata ada ginjal juga, ada lambung juga, pencernaannya bocor. Tapi itu semua sudah, sudah diobati, sudah membaiklah," ungkapnya lagi.
Kini kondisi kesehatannya berangsur membaik. Tio memilih menjalani hari-harinya dengan pikiran yang lebih positif dan berusaha tetap menikmati hidup.
"Sekarang nggak boleh sedih, harus happy-happy saja. Ya, happy-happy saja. Kalau ngomong bisa kuat atau masih bisa," pungkasnya.
(kpr/kpr)
Loading ...

6 hours ago
5
















































