Jakarta -
Di balik kesuksesan dan pesonanya yang kini dikagumi jutaan penggemar di seluruh dunia, Anya Taylor-Joy ternyata menyimpan pengalaman pahit semasa kecil.
Aktris yang identik dengan tatapan tajam dan penampilan unik itu mengaku pernah menjadi korban perundungan karena penampilan fisiknya saat masih bersekolah.
Dalam wawancara terbaru dengan The Hollywood Reporter, Anya mengenang masa-masa sulit setelah pindah dari Buenos Aires, Argentina, ke London, Inggris, ketika berusia enam tahun.
Perubahan lingkungan yang drastis membuatnya kesulitan beradaptasi dan merasa berbeda dari teman-teman sebayanya.
Masa sekolah yang seharusnya menjadi periode menyenangkan justru menjadi pengalaman yang tidak mudah bagi bintang The Queen's Gambit tersebut.
Salah satu momen yang masih diingatnya terjadi ketika ia menyapa seorang teman dengan mencium pipi, kebiasaan yang umum dilakukan di lingkungan tempat ia dibesarkan.
Namun, tindakan yang dianggap biasa oleh Anya ternyata dipandang berbeda oleh teman-teman sekolahnya di Inggris. Sejak saat itu, ia merasa dijauhi dan mulai menerima berbagai komentar negatif.
Anya mengungkapkan bahwa dirinya sering mendengar penilaian menyakitkan tentang penampilannya. Ia bahkan kerap diberi tahu bahwa dirinya tidak cantik.
Perasaan terasing semakin kuat karena sejak kecil ia sering berpindah negara. Latar belakang budaya yang berbeda membuatnya merasa sulit menemukan tempat untuk benar-benar diterima.
"Saya merasa terasing," ungkap Anya.
Pengalaman tersebut sempat memengaruhi rasa percaya dirinya. Namun, waktu membuktikan bahwa penampilan yang dulu menjadi bahan ejekan justru menjadi salah satu ciri khas yang membuatnya berbeda di industri hiburan.
Wajah unik Anya kini dianggap sebagai salah satu yang paling ikonik di Hollywood. Karakteristik tersebut bahkan membuatnya menjadi favorit banyak rumah mode dan merek kecantikan kelas dunia.
Karier Anya mulai mencuri perhatian lewat film horor The Witch. Namanya kemudian semakin bersinar setelah tampil dalam Split dan berbagai proyek besar lainnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, ia juga membintangi film-film blockbuster, seperti Dune: Part Two dan Furiosa: A Mad Max Saga yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu aktris paling dicari di industri perfilman.
Popularitasnya meroket setelah memerankan Beth Harmon dalam serial fenomenal The Queen's Gambit.
Peran tersebut tidak hanya membuatnya meraih berbagai penghargaan, tetapi juga mengubahnya menjadi ikon budaya pop global.
Kini, perempuan yang dulu merasa tidak diterima karena penampilannya justru menjadi salah satu wajah paling berpengaruh di dunia hiburan dan fesyen.
Kisah Anya Taylor-Joy menjadi pengingat bahwa standar kecantikan terus berubah, dan apa yang dianggap berbeda pada masa lalu bisa menjadi kekuatan terbesar di masa depan.
(ikh/and)
Loading ...

3 hours ago
1
















































