Beranda » Viral » Fenomena Bulan Sabit dan Venus Sejajar Hiasi Langit Malam Makassar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Pemandangan tak biasa menghiasi langit Kota Makassar dan sekitarnya pada Senin (14/9/2026) malam. Setelah waktu Magrib, warga disuguhkan fenomena astronomi memukau berupa sejajarnya Bulan sabit dan planet Venus yang tampak berdekatan di ufuk barat.
Dari pantauan di sejumlah titik di Makassar, planet Venus terlihat bersinar sangat terang layaknya bintang kejora yang mendampingi bentuk lengkung Bulan sabit.
Fenomena indah ini sempat menyedot perhatian warga yang melintas di kawasan Pantai Losari hingga menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Penjelasan BMKG Wilayah IV Makassar
Menanggapi fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar memberikan ulasan resminya:
Siklus Konjungsi: Peristiwa ini merupakan fenomena konjungsi, yaitu kondisi ketika dua benda langit berada dalam satu garis lurus atau tampak sangat dekat jika dilihat dari sudut pandang pengamat di Bumi.
Fenomena Alam Biasa: BMKG menegaskan bahwa fenomena sejajarnya Bulan dan Venus adalah siklus astronomi rutin dan aman. Momen ini tidak memicu dampak negatif, baik terhadap cuaca, pasang surut air laut yang ekstrem, maupun potensi bencana alam.
Tampak Jelang Malam: Venus berada pada tingkat kecerahan maksimal, sehingga bisa terlihat sangat jelas berdampingan dengan Bulan sabit awal hanya dengan mata telanjang, tanpa perlu bantuan teleskop.
Kaitan dengan Simbol Bulan Sabit dan Bintang di Menara Masjid
Secara visual, penampakan Bulan sabit berdampingan dengan Venus yang cemerlang kerap mengingatkan masyarakat pada simbol Bulan sabit dan bintang (Crescent and Star) yang identik dengan arsitektur menara masjid maupun ornamen keislaman.
Akar Sejarah: Secara historis dan kebudayaan, perpaduan visual fenomena langit ini telah diamati oleh peradaban manusia sejak ribuan tahun lalu. Simbol ini mulai populer dalam dunia Islam pada era Kekaisaran Utsmaniyah (Ottoman) yang mengadopsi elemen dekoratif Bulan dan benda langit terang (bintang atau Venus), hingga akhirnya melekat menjadi identitas visual arsitektur Islam modern.
Makna Filosofis: Dalam tradisi Islam, Bulan sabit (hilal) memiliki peran penting sebagai penanda masuknya awal bulan pada kalender Hijriah. Kehadiran benda cemerlang yang menyertainya di langit malam kerap dimaknai secara kultural sebagai simbol keindahan alam semesta dan petunjuk arah.

















































