Pertamina Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tetap, Ini Alasan Penyesuaian Pertamax Cs

1 day ago 20

Makassartoday.com, Jakarta — PT Pertamina (Persero) memberikan kepastian terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi masyarakat luas. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa harga BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak mengalami perubahan atau tetap stabil.

Sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, harga Pertalite saat ini bertahan di angka Rp10.000 per liter, sementara BioSolar tetap dijual dengan harga Rp6.800 per liter. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah dinamika global.

“Kami memastikan bahwa harga BBM bersubsidi, yaitu Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan BioSolar Rp6.800 per liter, sesuai dengan ketentuan dan ketetapan yang telah digariskan oleh pemerintah demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat,” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri melalui video yang diposting IG resmi Pertamina, Kamis (11/6/2026).

Menakar Penyesuaian BBM Non-Subsidi

Di sisi lain, Pertamina telah melakukan penyesuaian harga untuk produk BBM non-subsidi, seperti Pertamax dan Pertamax Green, yang mulai berlaku efektif sejak 10 Juni 2026. Manajemen Pertamina menyadari bahwa kebijakan penyesuaian harga ini senantiasa menjadi perhatian utama sekaligus perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Periklanan

Ad imageAd image

Baca Juga: Harga Pertamax Melonjak Rp4.050, Warga Makassar Mulai Lirik Pertalite?

Simon Aloysius Mantiri menjelaskan bahwa perubahan harga pada sektor BBM non-subsidi ini tidak lepas dari pengaruh kondisi eksternal. Penyesuaian dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global serta fluktuasi harga minyak mentah yang berlaku di pasar internasional. Kendati demikian, Pertamina menegaskan bahwa faktor daya beli masyarakat tetap menjadi salah satu pertimbangan krusial dalam merumuskan harga baru tersebut.

Tantangan Global dan Komitmen Ketahanan Energi

Kebijakan Pertamina untuk mempertahankan harga BBM subsidi di tengah gejolak pasar global dinilai sebagai langkah strategis untuk menahan laju inflasi. Seperti diketahui, Pertalite dan Biosolar merupakan roda penggerak utama sektor transportasi massal, logistik, dan UMKM. Jika kedua jenis BBM ini mengalami kenaikan, efek domino terhadap kenaikan harga barang pokok hampir dipastikan tidak terhindarkan.

Namun, tantangan yang dihadapi sektor energi saat ini memang tidak mudah. Konflik geopolitik di beberapa kawasan dunia luar kerap memicu ketidakpastian pasokan dan membuat harga minyak mentah dunia berfluktuasi tajam. Penyesuaian harga pada BBM non-subsidi (Pertamax Series) menjadi katup penyelamat agar beban fiskal negara dan korporasi tetap sehat, sekaligus menerapkan prinsip harga keekonomian yang adil bagi konsumen kelas menengah ke atas.

Menghadapi tantangan global yang terus berkembang dan penuh ketidakpastian ini, Pertamina tidak berjalan sendiri. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia, perusahaan pelat merah ini terus berkomitmen menjaga keandalan suplai dan ketersediaan energi di seluruh pelosok negeri.

Pertamina memastikan bahwa seluruh fasilitas infrastruktur energi, mulai dari kilang, integrasi terminal BBM, hingga jaringan SPBU di berbagai wilayah—termasuk kawasan pelosok—tetap beroperasi secara optimal demi menjamin masyarakat mendapatkan akses energi tanpa kendala.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |