Rina Nose Ungkap Alasan Childfree, Akui Sudah Diskusi dengan Suami dan Mertua

6 hours ago 6

Jakarta -

Keputusan untuk tidak memiliki anak sering kali dianggap sensitif, apalagi bagi figur publik. Namun, Rina Nose justru memilih terbuka soal alasan di balik pilihannya menjalani hidup childfree bersama sang suami, Josscy Vallazza Aartsen.

Pilihan ini bukan keputusan impulsif. Rina menegaskan bahwa semuanya berangkat dari proses panjang dalam memahami diri sendiri, sesuatu yang menurutnya tidak semua orang benar-benar lakukan sebelum memutuskan menjadi orang tua.

"Trigger-nya yaitu karena kesadaran itu. Udah mengenali kondisi diri sendiri," ujarnya.

Kesadaran itu membuatnya berpikir jauh ke depan. Ia bahkan membayangkan berbagai fase kehidupan anak jika ia memilih untuk memiliki keturunan, mulai dari masa kecil hingga tumbuh dewasa.


Alih-alih merasa siap, gambaran tersebut justru membuatnya semakin yakin untuk tidak mengambil jalan tersebut.

"Jadinya kalau aku ada anak, udah kebayang 5 tahun 10 tahun ke depan kondisi anak udah mulai bisa bertanya, mulai punya kemauan, ini bakal gimana tuh kayak udah kebayang dari sekarang," jelasnya.

Pemahaman mendalam terhadap kondisi diri sendiri menjadi faktor utama. Rina merasa bahwa menjadi orang tua membutuhkan kesiapan mental dan emosional yang tidak sederhana, sementara ia sudah bisa memprediksi bagaimana dirinya di masa depan.

"Karena akunya udah mengenali diri aku sendiri akan seperti apa, dalam kondisi apa kan, akhirnya memutuskan kayaknya mendingan jangan deh gitu," lanjutnya.

Selain itu, ada kekhawatiran lain yang cukup personal. Rina mengaku memikirkan kemungkinan faktor genetik yang bisa diturunkan kepada anaknya, terutama hal-hal yang ia anggap kurang baik.

"Dan aku juga takut salah satunya misalnya ada genetik aku, sifat yang begini, sifat yang tidak menyenangkan nanti turun ke anak," ungkapnya.

Bahkan, ia memikirkan kehidupan anak tersebut hingga jauh ke masa depan, termasuk bagaimana perasaan sang anak saat menghadapi realitas hidupnya nanti. Hal itu menunjukkan betapa serius dan detailnya pertimbangan yang ia lakukan.

"Tiba-tiba anaknya nanti akan dewasa di tahun berapa dan itu nanti kehidupannya akan seperti apa, dia akan ngerasa gimana nanti gitu, dia udah mikirin ke situ," tutupnya.

Keputusan ini juga tidak diambil sepihak. Komunikasi menjadi kunci dalam rumah tangganya. Rina mengaku telah berdiskusi panjang dengan suami hingga akhirnya mencapai pemahaman yang sama.

"Sebelumnya aku diskusi mendalam (sama suami), bahkan sama mertua karena tadinya kan nanya terus. Tapi pelan-pelan aku harus jelasin ini supaya enggak ngerasa ada sesuatu pihak yang enggak enak," jelasnya.

Proses tersebut tidak selalu mudah, mengingat pilihan childfree seringkali memunculkan pertanyaan dari keluarga besar. Namun, Rina memilih pendekatan yang perlahan dan terbuka agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Aku ngobrolnya sama suamiku dulu gitu, kondisi aku gini-gini dan ternyata sama dia pun akhirnya paham gitu," tutupnya.

Keputusan ini memperlihatkan bahwa bagi Rina, menjadi orang tua bukan sekadar mengikuti norma, tetapi soal kesiapan penuh. Ia memilih jalan yang menurutnya paling jujur terhadap dirinya sendiri, meski tidak selalu sejalan dengan ekspektasi banyak orang.

(ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |