Sampai Kena Mental, Krisjiana Ungkap Ketakutan Terbesar sebagai Ayah

15 hours ago 7

Jakarta -

Aktor Krisjiana Baharudin mengungkap sisi emosionalnya sebagai seorang ayah dari dua putri buah cintanya dengan penyanyi Siti Badriah.

Di balik kesibukannya di dunia hiburan, pria berusia 32 tahun itu mengaku kerap dihantui berbagai kekhawatiran mengenai masa depan anak-anaknya.

Seiring bertambahnya usia sang buah hati, ia mulai memikirkan banyak hal, termasuk saat nanti anak-anaknya tumbuh dewasa dan menjalani kehidupan masing-masing.

"Aku takut anak aku pacaran saja sih nanti. Itu masih jauh, cuma aku kepikirannya sampai saat ini. Aku takut kalau misalnya aku masih bisa me-provide anak aku sampai kapan. Itu ketakutan aku sampai saat ini, sebagai seorang ayah," ungkap Krisjiana Baharudin dalam tayangan Rumpi: No Secret, Senin (6/7).


Perasaan cemas itu sering datang tanpa diduga, bahkan ketika ia sedang menikmati waktu bersama kedua putrinya.

Krisjiana mengaku pikirannya kerap dipenuhi pertanyaan tentang sampai kapan dirinya mampu memenuhi kebutuhan keluarga.

"Lagi diam, kalau misalnya lagi main sama anak. Itu pasti kepikiran tuh kayak sampai kapan ya bisa me-provide ini ke anak. Aku sampai ke dokter karena sudah kena mental. Sampai segitunya," tuturnya.

Kondisi tersebut ternyata sudah berlangsung sekitar satu tahun terakhir. Meski karier dan pekerjaannya berjalan stabil, Krisjiana mengaku pikirannya tetap terasa penuh, bahkan saat sedang beristirahat.

Menurutnya, rasa cemas yang terus menghantui bukan dipicu persoalan pekerjaan, melainkan berkaitan dengan pengalaman masa kecil yang kurang mendapatkan kehadiran sosok orang tua.

Trauma tersebut membuat Krisjiana sering membayangkan hal-hal buruk yang mungkin terjadi pada dirinya. Ia mengaku kerap memikirkan bagaimana nasib istri dan anak-anaknya jika suatu hari ia meninggal dunia.

Karena merasa kondisinya semakin mengganggu, ia akhirnya memutuskan berkonsultasi dengan psikiater.

"Aku sampai short loss memories. Jadi banyak memori yang hilang di otak aku, banyak banget. Kata-kata juga kalau misalnya lagi ngobrol, tiba-tiba hilang kata-katanya. Itu mengganggu banget," katanya.

Pemeriksaan yang dijalaninya menunjukkan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh stres. Krisjiana pun meyakini trauma masa kecil menjadi salah satu penyebab munculnya rasa takut yang berlebihan terhadap masa depan keluarganya.

"Mungkin karena trauma yang aku rasakan dulu saat zaman kecil karena ya itulah. Karena aku takut anak aku nggak punya bapak nantinya kalau misalnya aku terusin kayak gini," ungkapnya.

Belajar dari pengalaman hidupnya sendiri, Krisjiana bertekad memberikan masa kecil yang lebih baik untuk kedua putrinya. Ia ingin menghadirkan kasih sayang dan kebersamaan yang dulu tidak sempat ia rasakan ketika masih kecil.

"Memberikan apa yang aku tidak dapatkan untuk anak aku: kasih sayang dan waktu," tutupnya.

(KHS/KHS)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |