Jakarta -
Banyak aktor bermimpi memiliki film yang dikenang sepanjang masa. Tom Hanks termasuk sedikit bintang Hollywood yang berhasil melakukannya lewat Cast Away, film yang tidak hanya sukses besar di box office, tetapi juga mengantarkannya meraih nominasi Oscar.
Namun di balik kesuksesan tersebut, ternyata ada satu adegan yang hingga hari ini masih membuat Hanks merasa tidak nyaman.
Bahkan, lebih dari dua dekade setelah film itu dirilis, ia mengaku selalu menghindari momen tersebut setiap kali Cast Away diputar.
Pengakuan mengejutkan itu disampaikan aktor berusia 69 tahun tersebut saat menjadi tamu dalam podcast The Rest Is Entertainment.
Ketika membahas perjalanan kariernya yang panjang, Hanks ditanya mengenai kesalahan atau keputusan yang kini ia lihat dengan cara berbeda setelah bertahun-tahun berlalu.
Alih-alih membahas kegagalan film atau proyek yang kurang sukses, Hanks justru mengungkap penyesalannya terhadap sebuah adegan dalam salah satu film terbaik yang pernah ia bintangi.
Menurutnya, ada beberapa momen dalam film-filmnya yang sulit untuk ia tonton kembali. Bukan karena kualitas filmnya buruk, melainkan karena ia merasa tidak memberikan penampilan terbaik pada saat itu.
"Ada sebuah momen yang menyakitkan bagi saya di film Cast Away," ujar Hanks.
Adegan yang dimaksud terjadi menjelang akhir cerita. Setelah bertahan hidup selama empat tahun di pulau terpencil akibat kecelakaan pesawat, karakter Chuck Noland akhirnya berhasil kembali ke Amerika Serikat.
Kepulangan itu justru membawa kenyataan pahit. Perempuan yang ia cintai, Kelly Frears, telah melanjutkan hidup dan menikah dengan orang lain karena mengira Chuck telah meninggal dunia.
Dalam salah satu adegan emosional, Chuck mendatangi Kelly dan mengembalikan jam saku yang pernah diberikan kepadanya sebelum tragedi itu terjadi. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam film.
Namun bagi Hanks, adegan itu menyimpan penyesalan yang tidak pernah benar-benar hilang.
"Chuck kembali ke rumah Kelly, dan dia mengembalikan jam tangan itu padanya, dan ada momen di mana saya hanya berpikir, 'Saya tidak ada di sana.' . . . Saya melakukan gerakan yang menurut saya palsu, dan itu adalah diri saya sendiri, bukan Chuck," ungkapnya.
Peraih dua Oscar itu menjelaskan bahwa masalahnya bukan terletak pada naskah atau penyutradaraan. Ia merasa dirinya sendiri gagal masuk sepenuhnya ke dalam karakter saat kamera merekam adegan tersebut.
Perasaan itu baru muncul setelah proses syuting selesai dan ia melihat hasil akhirnya di layar.
Karena alasan itulah Hanks memiliki kebiasaan unik ketika Cast Away ditayangkan kembali. Ia memilih meninggalkan ruangan sebelum adegan tersebut muncul.
"Jika filmnya sedang tayang, saya akan bangun dan meninggalkan ruangan sebelum adegan itu muncul," katanya.
Yang lebih mengejutkan, Hanks mengaku sama sekali tidak menyadari ada yang salah ketika syuting berlangsung. Kesadaran itu baru datang setelah ia menonton filmnya sendiri.
"Baru setelah saya benar-benar melihatnya saat kejadian itu terjadi. Dan saya berpikir, 'Oh, kami sedang melanjutkan syuting dan saya tidak ada di sana,'" tuturnya.
Meski menyimpan penyesalan terhadap satu adegan tertentu, hal itu tidak mengubah fakta bahwa Cast Away menjadi salah satu film paling sukses dalam kariernya.
Film yang disutradarai oleh Robert Zemeckis tersebut meraup lebih dari US$429 juta di box office global dan menjadi salah satu film terlaris tahun 2000.
Penampilan Hanks sebagai Chuck Noland juga mendapat pujian luas. Ia memperoleh nominasi Aktor Terbaik di Oscar serta memenangkan penghargaan Aktor Terbaik Film Drama di ajang Golden Globe Awards.
Meski begitu, bagi Hanks, pencapaian besar rupanya tidak selalu menghapus kritik terhadap diri sendiri.
Bahkan setelah 26 tahun berlalu, satu gerakan kecil dalam sebuah adegan masih cukup untuk membuatnya merasa belum memberikan yang terbaik.
Menariknya, banyak penggemar justru lebih mengingat satu karakter lain dari film tersebut, yakni Wilson, bola voli yang menjadi teman setia Chuck selama terdampar di pulau terpencil.
Karakter sederhana itu bahkan tetap dikenang hingga sekarang dan menjadi salah satu simbol paling ikonik dalam sejarah perfilman modern.
Kisah Tom Hanks ini menunjukkan bahwa seorang aktor sekaliber dirinya pun masih menyimpan penyesalan terhadap karya yang dianggap sukses besar.
Terkadang, penonton melihat sebuah mahakarya, tetapi sang pemeran utama masih terus mengingat satu momen yang menurutnya bisa dilakukan dengan lebih baik.
(ikh/ikh)
Loading ...

5 hours ago
6
















































