Jakarta -
Nama Dinar Candy selama ini identik dengan dunia hiburan dan gaya hidup glamor.
Namun, di balik citra tersebut, DJ berusia 32 tahun itu kini mulai menunjukkan arah hidup yang berbeda.
Ia mengalihkan fokusnya ke dunia bisnis yang dinilainya lebih menjanjikan untuk jangka panjang.
Bukan sekadar usaha sampingan, Dinar kini serius mengembangkan bisnis pelayaran yang telah ia jalani.
Bahkan, ia memiliki target besar untuk memperluas armada kapal tongkang yang dimilikinya dalam waktu dekat.
Saat ditemui di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Dinar mengungkapkan ambisinya yang cukup jelas soal ekspansi bisnis tersebut.
"Pengin maksud tuh kapalnya gak satu, pengin banyak, kayak gitu," kata Dinar Candy di Detik, Minggu (21/6).
Keinginan itu membuatnya mulai mengubah pola pengelolaan keuangan. Jika sebelumnya ia tidak asing dengan belanja barang mewah, kini prioritasnya bergeser jauh.
Dinar mengaku lebih memilih menahan diri dan mengalokasikan pendapatan bisnis untuk pengembangan usaha, bukan untuk konsumsi pribadi.
"Intinya kayak uang dari perusahaan tuh gak aku pakai buat shopping-shopping, kayak beli-beli tas mahal gitu sekarang. Sekarang tuh benar-benar uangnya aku kumpulin buat ngembangin usaha aku," ujarnya.
Saat ini, Dinar diketahui baru memiliki satu set kapal tongkang. Namun, ia tengah menyiapkan langkah untuk menambah jumlah armada sebagai bagian dari ekspansi bisnisnya.
Menariknya, ia menyebut proses penambahan kapal tidak semudah yang dibayangkan dan membutuhkan momentum yang tepat.
"Ya semoga ini aja lah, semoga jodoh ya, karena kan kayak gitu juga jodoh-jodohan belinya," ungkapnya sambil tertawa.
Di tengah rencana besar tersebut, Dinar juga menegaskan bahwa bisnis yang ia jalani bukanlah kepemilikan tambang batu bara.
Ia menekankan bahwa dirinya bergerak di bidang jasa transportasi laut.
"Iya aku usahanya sih sebenarnya kalau kapal itu bukan batu bara ya, kapal itu lebih ke pelayaran, pelayaran. Pelayaran jadi kayak angkutan lah muatan," jelasnya.
Dalam praktiknya, kapal tongkang miliknya digunakan untuk mengangkut berbagai jenis muatan milik klien, bukan komoditas yang ia miliki sendiri.
"Jadi aku narik batu bara, batu bara punya orang nanti diantar ke vessel kayak gitu. Jadi bukan batu baranya bukan punya aku," katanya.
Selain batu bara, jasa tersebut juga bisa digunakan untuk mengangkut material lain seperti pasir, batu split, hingga material konstruksi lainnya.
Namun, ia mengakui bahwa sektor batu bara masih menjadi salah satu yang paling besar secara nilai bisnis.
"Jadi aku bisa narik pasir, batu split, bisa narik batu bata, pokoknya apa aja bisa. Cuman kan emang yang lebih besar uangnya di batu bara gitu," lanjutnya.
Meski peluangnya besar, Dinar menegaskan dirinya tidak ingin terjun langsung sebagai pelaku di sektor tambang karena risiko yang dinilai cukup tinggi. Ia lebih memilih posisi sebagai penyedia jasa transportasi.
"Makanya aku sih gak berani ya kalau bisnis batu bara, tapi kalau kapal tongkang aku berani karena dia kan kayak alat transportasi aja," tuturnya.
Ia bahkan menggambarkan kapal tongkang sebagai versi laut dari kendaraan pengangkut barang di darat, hanya dengan kapasitas yang jauh lebih besar.
"Kalau di darat tuh kayak kita mobil pick-up lah, kayak narik sayuran, narik apa bisa. Cuma ini skalanya di air gitu dan lebih besar," tutupnya.
Transformasi fokus Dinar Candy ini memperlihatkan perubahan arah yang cukup signifikan, dari dunia hiburan menuju sektor bisnis yang lebih stabil dan berorientasi jangka panjang.
(ikh/ikh)
Loading ...

2 hours ago
6
















































