Aksi Plogging Pemkot Makassar: Olahraga Sambil Angkut Ratusan Kilo Sampah di Hari Lingkungan Hidup

15 hours ago 10

Makassartoday.com, Makassar — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam melalui aksi plogging—jalan sehat sambil memungut dan memilah sampah. Kegiatan yang digelar pada Sabtu (6/6/2026) ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026.

Aksi kebersihan ini dimulai dari halaman Kantor Balai Kota Makassar dan menempuh rute sekitar satu kilometer menuju Jalan Nusantara. Sepanjang jalur tersebut, para peserta aktif memungut sampah lalu langsung mengelompokkannya berdasarkan jenis.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekda Andi Zulkifli Nanda, dan Kepala DLH Helmy Budiman. Aksi ini juga diikuti oleh jajaran OPD, ASN, komunitas lingkungan, hingga masyarakat umum.

Mengubah Kebiasaan dari Rumah Tangga

Periklanan

Ad imageAd image

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa rangkaian peringatan HLH tahun ini bukan sekadar seremonial belaka. Momentum ini harus menjadi penggerak aksi nyata yang dimulai dari lingkup terkecil.

“Perubahan besar dalam menjaga bumi tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran dan kebiasaan baik yang dibangun dari rumah tangga. Jika kesadaran itu tumbuh dari rumah, maka akan terbentuk budaya peduli lingkungan yang kuat di tengah masyarakat,” ujar Munafri.

Pria yang akrab disapa Appi ini menambahkan, dalam aksi plogging kali ini, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diberikan tanggung jawab untuk memilah sampah secara langsung. Langkah ini menjadi edukasi penting agar proses pengelolaan dan daur ulang sampah ke depannya menjadi lebih mudah.

Kantongi Ratusan Kilogram Sampah, Ini Rinciannya

Aksi plogging menyusuri jalanan Makassar ini sekaligus memotret realitas volume sampah di ruang publik yang masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan hasil pemilahan dan penimbangan di lapangan, berikut data sampah yang berhasil dikumpulkan:

Sampah Residu: 69,43 kilogram
Sampah Organik: 35,12 kilogram
Sampah Anorganik: 30,34 kilogram
Sampah Bahan Berbahaya & Beracun (B3): 4,10 kilogram

Melihat data tersebut, Pemkot Makassar terus mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk membiasakan memilah sampah dari rumah dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Mantan CEO PSM tersebut juga mengapresiasi peran aktif para ketua RT/RW yang konsisten mengedukasi warga.

“Ketika keluarga bergerak, RT bergerak, komunitas bergerak, maka dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan dan masa depan kota kita,” tambah Munafri.

Kolaborasi Menuju Makassar Hijau dan Berkelanjutan

Senada dengan Wali Kota, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa tantangan lingkungan yang semakin kompleks memerlukan perubahan pola pikir (mindset) masyarakat agar kepedulian lingkungan bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama,” tegas politisi Demokrat tersebut.

Aliyah memastikan Pemkot Makassar terus berkomitmen menghadirkan program yang mendukung kelestarian kota, mulai dari peningkatan sistem kelola sampah hingga perluasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Sebagai informasi, selain aksi plogging, peringatan HLH Sedunia 2026 di Makassar yang mengusung tema “Saatnya Kita Kerja untuk Iklim” ini juga dirangkaikan dengan aksi pemilahan sampah secara virtual serentak, peluncuran Gerakan Nasional Indonesia Asri, serta talkshow lingkungan.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |