Pariwisata menjadi salah satu sektor penting yang didorong oleh banyak negara di dunia untuk mendongkrak ekonomi nasional. Meski demikian, jumlah wisatawan yang membludak justru bisa menimbulkan masalah baru.
Mulai dari ketertiban hingga kehidupan masyarakat lokal yang terganggu, kunjungan wisatawan yang membludak bisa membawa pengaruh negatif bagi negara.
Sejumlah kota di dunia yang terkenal sebagai area wisata pun menerapkan pembatasan kunjungan turis untuk menjaga keamanan.
Berikut merupakan daftar 10 kota di dunia yang menerapkan pembatasan kunjungan turis dan aturannya.
1. Amsterdam, Belanda
Amsterdam mengambil langkah tegas untuk mengurangi potensi wisatawan membludak dengan mengurangi jumlah kapal pesiar sungai, menghentikan pembangunan hotel baru, serta mengurangi jumlah wisatawan tahunan.
Pemerintah setempat juga membuat kampanye khusus untuk wisatawan guna mengurangi perilaku mengganggu di tempat umum.
2. Barcelona, Spanyol
Barcelona menjadi salah satu kota di dunia yang paling terdampak dari wisatawan yang membludak.
Hal ini membuat pemerintah setempat mengambil langkah tegas dengan menaikkan pajak wisata bagi tamu hotel bintang lima hingga mengurangi jumlah kapal pesiar yang bersandar. Sejumlah akses transportasi menuju objek wisata populer juga dibatasi untuk mengurangi kepadatan.
3. Seoul, Korea Selatan
Pemerintah kota Seoul secara khusus menerapkan jam kunjungan terbatas untuk kawasan Bukchon Hanok Village. Wisatawan hanya bisa berkunjung pada jam-jam tertentu untuk menjaga kenyamanan warga yang tinggal di sekitar lingkungan bersejarah itu.
4. Venesia, Italia
Kota ikonik yang punya ratusan kanal ini menerapkan pajak kunjungan harian bagi wisatawan yang datang tanpa menginap untuk mengatasi kepadatan ekstrem yang sering terjadi di pusat kota.
5. Kyoto, Jepang
Pemerintah Kyoto secara tegas meningkatkan pajak penginapan secara signifikan untuk mengendalikan lonjakan wisatawan. Pendapatan dari pajak ini nantinya akan digunakan untuk menjaga warisan budaya dan meningkatkan kualitas fasilitas umum.
6. Athena, Yunani
Pemerintah Athena menerapkan sistem kuota dan reservasi waktu kunjungan ke kawasan Acropolis. Pembatasan jumlah pengunjung ini dilakukan untuk menjaga agar situs bersejarah itu tetap terjaga dari kerusakan akibat aktivitas wisata yang tinggi.
7. Dubrovnik, Kroasia
Kota Dubrovnik yang terkenal sebagai kota tua dengan pemandangan unik ini menerapkan aturan untuk perilaku wisatawan. Pengunjung bisa dikenakan denda jika mengenakan pakaian renang di area tertentu, makan di dekat monumen bersejarah, hingga aktivitas lain yang dianggap mengganggu.
8. Portofino, Italia
Kota Portofino dikenal dengan sebuah kebijakan unik untuk wisatawan. Mereka bisa mengenakan denda pada wisatawan yang berhenti terlalu lama untuk berfoto atau berswafoto di titik tertentu. Aturan ini diterapkan untuk mencegah kemacetan pejalan kaki di kawasan wisata populer.
9. Malaga, Spanyol
Mulai tahun 2025, Malaga melarang pendaftaran baru untuk properti sewa jangka pendek di puluhan kawasan pemukiman. Hal ini diterapkan untuk mengatasi krisis perumahan yang dipicu oleh meningkatnya jumlah akomodasi wisata.
10. Santorini, Yunani
Terakhir, ada Santorini di Yunani yang menjadi salah satu destinasi wisata paling terdampak kapal pesiar. Pemerintah setempat pun menerapkan pungutan khusus bagi penumpang kapal pesiar yang datang pada musim ramai untuk mengendalikan jumlah pengunjung.
Loading ...

5 hours ago
5
















































