Jakarta -
Kehadiran Baby Elara membawa kebahagiaan besar bagi keluarga Adiba Khanza dan Egy Maulana Vikri.
Setelah resmi menyandang status sebagai orang tua, pasangan muda ini kini menikmati momen-momen berharga bersama putri pertama mereka.
Di tengah kebahagiaan tersebut, kondisi Adiba sebagai ibu baru turut menjadi perhatian.
Pasalnya, masa setelah melahirkan sering kali menjadi periode yang penuh tantangan bagi banyak perempuan, baik secara fisik maupun emosional.
Kekhawatiran soal kemungkinan baby blues pun sempat muncul. Namun, Umi Pipik Dian Irawati memastikan putrinya berada dalam kondisi yang baik dan mampu menjalani peran barunya dengan penuh kebahagiaan.
"Alhamdulillah. Alhamdulillah nggak (baby blues)," kata Umi Pipik di Detik, Senin (23/6).
Menurut Umi Pipik, dukungan keluarga yang kuat menjadi salah satu faktor penting yang membantu Adiba menjalani masa-masa awal sebagai seorang ibu.
Selain itu, ia melihat putrinya mampu beradaptasi dengan baik terhadap berbagai perubahan yang terjadi setelah melahirkan.
Meski demikian, sebagai ibu yang telah membesarkan empat anak, Umi Pipik mengaku tetap aktif memberikan berbagai masukan kepada Adiba.
Pengalaman panjang yang dimilikinya membuat ia kerap berbagi saran terkait perawatan bayi maupun pemulihan pascamelahirkan.
Menariknya, pola asuh yang diterapkan Adiba ternyata cukup berbeda dengan generasi orang tuanya.
Istri Egy Maulana Vikri tersebut lebih memilih mengikuti arahan tenaga medis dan rekomendasi dokter anak dalam merawat Baby Elara.
Perbedaan itu terkadang memunculkan diskusi kecil di dalam keluarga, terutama terkait sejumlah metode perawatan tradisional yang dulu umum dilakukan oleh para orang tua.
"Kita bener-bener di ini-in sama orang tua ya, maksudnya, 'Oh harus begini lo,' gitu misalkan pakai pilis atau apa gitu ya biar darah putihnya nggak ini. Tapi anak kita nih kayak Adiba bilang 'Nggak bisa, ini kata dokter nggak boleh begini'. Jadi beda gitu, akhirnya ya sudah kita nurut orang tuanya saja, orang tuanya kan yang tahu," tutur Umi Pipik.
Sikap Adiba yang konsisten mengikuti saran dokter membuat keluarga akhirnya menghormati keputusan tersebut.
Umi Pipik menilai setiap orang tua memiliki cara tersendiri dalam membesarkan anak, termasuk mengikuti perkembangan ilmu kesehatan yang terus berubah.
Meski menyerahkan keputusan utama kepada Adiba dan Egy, Umi Pipik tetap menunjukkan perhatian besar kepada cucu pertamanya.
Ia bahkan mengakui dirinya cukup cerewet dalam mengawasi tumbuh kembang Baby Elara.
Perhatian itu terutama berkaitan dengan asupan nutrisi sang cucu.
Berbekal pengalaman membesarkan empat anak, Umi Pipik sering memberikan berbagai masukan mengenai pola makan dan persiapan MPASI yang dianggap penting untuk menunjang pertumbuhan bayi.
"Cerewetlah saya, karena kan pernah punya anak sampai empat. Jadi pengalaman ilmunya kita kasih ke Adiba," tutupnya.
Cerita ini memperlihatkan bagaimana Adiba Khanza menjalani peran sebagai ibu baru dengan dukungan penuh keluarga.
Meski terdapat perbedaan pandangan antara generasi lama dan generasi sekarang dalam mengasuh anak, komunikasi yang baik membuat semuanya dapat berjalan harmonis demi tumbuh kembang Baby Elara.
(ikh/and)
Loading ...

6 hours ago
5















































