Jakarta -
Aparat kepolisian terus memburu Taufik Hidayat, pria yang terlibat dalam kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap kekasihnya, YTT, di sebuah indekos di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Hingga saat ini, Taufik belum berhasil ditemukan.
Namun, Polda Jawa Barat masih melakukan pengejaran intensif terhadap pria yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut. Status buronan itu dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan.
"Iya," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan dilansir dari DetikHot, Selasa (23/6).
Pihak kepolisian juga tengah memproses penetapan tersangka dalam perkara ini. Perkembangan terbaru kasus tersebut dijadwalkan akan disampaikan langsung oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan di RSHS Bandung.
Berdasarkan foto yang beredar, Taufik diketahui berjenis kelamin laki-laki dewasa dengan wajah cenderung oval hingga agak panjang, berkulit sawo matang terang, serta memiliki rambut hitam pendek yang disisir ke samping. Ia juga memiliki alis cukup tebal, mata agak sipit, hidung lurus, dan bibir berukuran sedang.
Di tengah proses pencarian itu, gelombang kemarahan publik terus menguat. Bukan hanya karena pelaku masih buron, tetapi juga karena kondisi korban yang disebut mengalami penderitaan begitu berat akibat dugaan kekerasan yang dialaminya.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bahkan turun langsung menyuarakan kemarahannya. Dengan nada tegas, ia mengumumkan hadiah sebesar Rp250 juta bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi akurat hingga pelaku berhasil ditemukan dan diamankan aparat.
Menurut Dedi, apa yang dialami korban merupakan peristiwa yang sangat menyayat hati dan tidak bisa ditoleransi.
"Ada peristiwa biadab terjadi di Jawa Barat. Seorang perempuan yang dicari, disekap, dianiaya, dicacatkan dua matanya hingga tidak melihat lagi, dan bibirnya mungkin digunting, seluruh tubuhnya melepuh dan rusak," ucap Dedi dalam keterangannya, dilihat dari DetikHot, Selasa (23/6).
Pernyataan itu menggambarkan betapa besarnya keprihatinan terhadap kondisi korban yang kini harus menghadapi luka fisik sekaligus trauma mendalam.
Dedi mengaku sangat geram terhadap tindakan pelaku yang diduga melakukan penyiksaan dalam waktu yang tidak singkat. Meski demikian, ia percaya aparat kepolisian mampu segera menuntaskan pengejaran.
"Saya sangat marah dengan laki-laki seperti ini bernama Taufik Hidayat yang sekarang jadi buronan. Saya meyakini tim Polda Jabar akan cepat menangkapnya," ujarnya.
Di tengah upaya aparat bekerja, Dedi juga mengajak masyarakat untuk ikut membantu. Ia meminta siapa saja yang mengetahui keberadaan Taufik agar segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap proses penegakan hukum, hadiah pribadi senilai Rp250 juta telah disiapkan bagi pihak yang memberikan informasi valid hingga pelaku berhasil diamankan.
"Tapi saya juga memberikan ruang bagi warga di mana pun berada untuk berpartisipasi mencarinya dan siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya ke aparat atau menginformasikan keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta sebagai bentuk partisipasi saya agar Taufik Hidayat segera ditemukan dan segera ditangkap," tegasnya.
Kini, di balik pencarian yang masih berlangsung, tersimpan harapan besar agar keadilan segera hadir bagi korban. Sementara aparat memburu pelaku, masyarakat menanti satu hal yang sama: agar kasus yang menyisakan luka mendalam ini segera menemukan titik terang dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
(kpr/and)
Loading ...

8 hours ago
6















































