Reaksi Anak Sulung soal Konten Kocak Shandy Sjariff di Media Sosial

2 hours ago 2

Jakarta -

Aktivitas Shandy Sjariff di media sosial ternyata tidak selalu mendapat dukungan dari keluarganya.

Jika sang istri dan anak bungsunya kerap ikut terlibat dalam berbagai konten yang dibuatnya, berbeda dengan putri sulungnya, Madiva Putri atau yang akrab disapa Diva.

Remaja tersebut justru mengaku sering merasa malu melihat aksi sang ayah di media sosial.

Bahkan, ia beberapa kali menyampaikan protes secara langsung karena merasa konten-konten yang dibuat Shandy terlalu berlebihan.


Shandy mengungkapkan bahwa Diva memang termasuk anggota keluarga yang paling sulit diajak membuat konten.

"Kalau konten sih lebih banyak ke istri sama ke anak yang kecil. Kalau Diva justru agak-agak risih dia dengan konten-konten aku yang ada di sosial media. Ya namanya ABG mungkin malu atau apa gitu ya," kata Shandy.

Menurut Shandy, dirinya beberapa kali berusaha mengajak putrinya untuk ikut tampil bersama dalam video yang dibuatnya. Namun, ajakan tersebut hampir selalu ditolak.

"Aku ajak, jadi 'Udah kamu ikut bareng konten yuk, bikin konten sama Papa', gitu. Terus pada tanya aku, 'Ngapain?' Ya udah diam aja pokoknya gitu. Eh ya mereka sih mau. Kalau istri sama anak aku yang kecil mau. Kalau Diva eh belum. Belum mau dia," ungkapnya.

Saat ditanya langsung mengenai alasannya, Diva tak menampik bahwa dirinya memang merasa canggung jika harus muncul dalam konten-konten ayahnya yang sering dibuat dengan konsep kocak dan nyeleneh.

"Ya aku sebenarnya kayak malu sih kalau semisal aku ada di konten kayak gitu," ujar Diva.

Tak hanya enggan ikut tampil, Diva juga pernah menyampaikan keberatannya terhadap video-video yang diunggah Shandy ke media sosial.

"Aku bilang kayak, 'Ih aku malu kalau semisal Papa buat video kayak gitu terus Papa posting di social media,' gitu," katanya.

Meski sudah mendapat masukan dari sang putri, Shandy mengaku tetap melanjutkan aktivitas membuat konten.

Ia menjelaskan kepada Diva bahwa media sosial saat ini menjadi salah satu sarana penting untuk menjaga eksistensi dan meningkatkan exposure sebagai publik figur.

"Iya, tapi kan aku jelasin bahwa itu emang konten, ya untuk kita butuh exposure juga di sosial media. Dia sih mengerti cuman masih tetap aja, 'Ya kalau bisa jangan lah konten-konten kayak gitu'," jelasnya.

Menurut Shandy, putrinya sebenarnya memahami alasan di balik aktivitas tersebut. Hanya saja, sebagai remaja, Diva tetap berharap ayahnya membuat konten yang lebih biasa dan tidak terlalu mencolok.

Menutup ceritanya, Shandy membagikan pesan lucu yang sering disampaikan Diva kepadanya.

"Diva bilang 'Papa tuh kalau bikin tuh yang benar yang normal gitu.'" ujarnya.

Namun, Shandy punya pandangan berbeda. Baginya, konten yang terlalu normal justru kurang menarik perhatian audiens.

"Ya kali normal kan nggak menarik. Yang normal ya biasa aja, harus yang abnormal gitu loh baru menarik," ujar Shandy sambil tertawa.

Perbedaan sudut pandang antara ayah dan anak ini pun sukses mengundang tawa. Di satu sisi, Diva mewakili perasaan remaja yang mudah merasa malu dengan tingkah orang tua.

Sementara di sisi lain, Shandy tetap menikmati perannya sebagai kreator konten yang kerap tampil total demi menghibur para pengikutnya di media sosial.

(ikh/ikh)

Loading ...

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |