Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan (Disdik) melakukan perombakan besar-besaran dalam sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lebih transparan, akuntabel, dan minim kendala teknis.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengungkapkan bahwa salah satu pembenahan utama tahun ini adalah penggunaan aplikasi Lontara+ yang dirancang lebih user-friendly.
“Lontara+ menjadi solusi atas berbagai kekurangan pada pelaksanaan tahun sebelumnya. Ini komitmen kami menghadirkan sistem yang transparan,” ujar Achi saat memberikan keterangan, Senin (18/5/2026).
Simulasi Diperpanjang & Pendaftaran Dibuka 2 Juni Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, Disdik Makassar memutuskan untuk memperpanjang masa simulasi SPMB hingga 21 Mei 2026. Hal ini bertujuan agar orang tua siswa memiliki waktu lebih lama untuk memahami alur pendaftaran sebelum gerbang pendaftaran resmi dibuka pada 2 Juni mendatang.
Untuk memudahkan login, pendaftar kini cukup menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang telah terintegrasi otomatis dengan data kementerian.
Inovasi Tiga Server: Anti Lemot! Belajar dari pengalaman tahun lalu, Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menjelaskan bahwa tahun ini kapasitas server ditingkatkan drastis.
“Kami memisahkan sistem menjadi tiga server berbeda untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP. Pembagian ini dilakukan untuk menghindari penumpukan akses yang berpotensi menyebabkan sistem down,” jelas Andi Gita. Bahkan, sistem ini telah diuji beban hingga tiga kali lipat dari perkiraan jumlah pendaftar.
Solusi untuk Wilayah Kepulauan Meski mengedepankan sistem digital, Disdik Makassar tetap memberikan pengecualian bagi wilayah yang terkendala jaringan, seperti di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.
“Jika jaringan tidak memungkinkan, mekanisme pendaftaran offline tetap disiapkan. Sekolah tetap menjadi pusat layanan (helpdesk) untuk membantu orang tua yang mengalami kesulitan teknis,” tambah Achi.
Detail Daya Tampung dan Jalur Pendaftaran 2026:
PAUD
500 Siswa
Afirmasi (60%), Domisili (40%)
SD
18.000 Siswa
Domisili, Afirmasi, Mutasi
SMP
15.000 Siswa
Prestasi, Domisili, Afirmasi, Mutasi
Pengawasan Real-Time Guna mencegah praktik “titipan” atau kecurangan, sistem Lontara+ kini dilengkapi dashboard pemantauan internal.
Melalui fitur ini, Wali Kota dan jajaran Disdik dapat memantau kinerja operator sekolah secara langsung. Jika ditemukan berkas yang sengaja ditunda verifikasinya, sistem akan memberikan peringatan secara real-time.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin menyampaikan aduan, Disdik Makassar menyediakan kanal resmi melalui hotline dan grup Telegram resmi yang aktif merespons kendala teknis warga.







![[CEK FAKTA] Benarkah Anggaran Makan dan Minum Wali Kota Makassar Capai Rp10 Miliar Setahun?](https://makassartoday.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-16-at-21.59.57.jpeg)










































