Pendekatan Humanis Kembali Berbuah Hasil, Belasan PKL di Barawajah Bongkar Mandiri

3 hours ago 6

Makassartoday.com, Makassar — Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Panakkukang terus bergerak masif dalam menata wilayah dan mengembalikan aset daerah. Terbaru, aparat gabungan menertibkan belasan lapak yang berdiri di atas lahan Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) di Kampung Barawajah, Kelurahan Karuwisi Utara, Jumat (15/5/2026).

Lahan fasum-fasos yang berada di sisi jalan utama samping jalan tol tersebut diketahui telah dikuasai oleh pihak tertentu selama kurang lebih 20 tahun.

Camat Panakkukang, Syahril, S.STP, mengungkapkan bahwa penertiban ini merupakan komitmen berkelanjutan dari program Pemerintah Kota Makassar untuk menata lingkungan sekaligus mengembalikan fungsi lahan demi kepentingan publik.

“Hari ini kami melakukan penertiban di wilayah samping jalan tol, tepatnya di Kampung Barawajah. Ada sebanyak 16 lapak yang kami tertibkan karena berdiri di atas lahan fasum selama kurang lebih 20 tahun,” ujar Syahril di lokasi penertiban.

Periklanan

Ad imageAd image

Meski menertibkan bangunan yang sudah puluhan tahun berdiri, proses eksekusi berlangsung kondusif tanpa tindakan represif. Syahril menekankan, pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif dan edukasi sejak jauh hari.

Pemerintah kecamatan bersama pihak kelurahan sebelumnya telah melayangkan surat peringatan resmi kepada para pedagang. Hasilnya, sebagian besar warga bersedia membongkar sendiri lapak semi permanen mereka.

“Alhamdulillah, sebagian besar pemilik lapak memiliki kesadaran dan membongkar lapaknya secara mandiri. Ini menunjukkan pendekatan persuasif yang kami lakukan membuahkan hasil,” tuturnya.

Meski begitu, Syahril tidak menampik adanya dinamika di lapangan. Sempat ada satu pemilik lapak yang bersikeras menolak penertiban. Namun, ketegangan itu berhasil diredam setelah petugas melakukan dialog intensif.

“Setelah kami berdiskusi dan memberikan pemahaman, yang bersangkutan akhirnya menerima dan mau membongkar sendiri lapaknya,” tambah Syahril.

Lebih lanjut, Syahril menjelaskan bahwa keberadaan 16 lapak semi permanen tersebut sangat berisiko. Selain mempersempit akses karena berdiri di atas saluran drainase dan bahu jalan, lokasinya berada di jalur lalu lintas yang padat.

“Ini sangat berbahaya karena berada di jalur lalu-lalang kendaraan aktif, mulai dari roda dua hingga kendaraan berat. Penertiban ini penting untuk mendukung perluasan akses jalan dan kelancaran aktivitas kendaraan,” jelasnya.

Penertiban ini berjalan lancar berkat kawalan personel Satpol PP, aparat kelurahan, serta dukungan penuh dari ketua RT dan RW setempat.

Syahril menegaskan, Kampung Barawajah bukanlah titik terakhir. Pemcam Panakkukang berkomitmen untuk terus menyisir wilayah lain yang terindikasi melanggar peruntukan lahan.

“Kami akan kembali melakukan penyisiran di titik-titik lain. Penertiban lanjutan sudah kami agendakan kembali dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |