Wali Kota Appi Rancang Jalur Bus Khusus Mahasiswa dari Daya ke Malengkeri

1 day ago 11

Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar tengah bersiap melakukan revolusi besar-besaran di sektor transportasi publik. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka lebar peluang kerja sama dengan perusahaan otobus raksasa, PT Sinar Jaya Megah Langgeng, untuk mengembangkan sistem transportasi massal berbasis skema Buy The Service (BTS).

Rencana strategis ini dibahas langsung saat Munafri menerima audiensi jajaran direksi PT Sinar Jaya Megah Langgeng yang dipimpin oleh Direktur Utama, Teddy Rusly, di Balai Kota Makassar, Senin (18/5/2026).

Pria yang akrab disapa Appi ini menegaskan bahwa kehadiran transportasi publik yang nyaman dan terintegrasi sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Menurutnya, ketergantungan tinggi masyarakat pada kendaraan pribadi menjadi biang kerok kemacetan di Kota Daeng selama ini.

“Karena sarana transportasinya tidak nyaman, masyarakat akhirnya convert (beralih) ke kendaraan pribadi. Nah, kendaraan pribadi inilah yang membuat macet,” ujar Appi.

Periklanan

Ad imageAd image

Jalur Khusus Mahasiswa dan Integrasi ‘Pete-pete’

Dalam perencanaannya, Appi membidik rute-rute krusial yang menghubungkan pusat aktivitas ekonomi dan kawasan pendidikan. Salah satu konsep koridor utama yang ditawarkan adalah jalur yang menghubungkan Terminal Daya hingga Malengkeri. Lintasannya sengaja didesain melewati kampus-kampus besar di Makassar.

Beberapa kampus yang akan dilalui koridor ini antara lain Universitas Cokroaminoto, Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Negeri Makassar (UNM), hingga Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

“Coba bayangkan kalau kita dari Daya, keluar sudah banyak kampus-kampus. Itu jalur mahasiswa yang menurut saya sangat hidup dan memungkinkan untuk kita kerja,” tutur Appi optimis.

Hebatnya, kehadiran bus massal ini nantinya tidak akan mematikan mata pencaharian sopir angkutan lokal. Appi menekankan, sistem baru ini wajib terintegrasi dengan ‘Pete-pete’ (angkutan umum khas Makassar) yang akan difungsikan sebagai penyuplai penumpang (feeder).

Selama ini, pola transportasi dinilai belum tertata karena Pete-pete yang seharusnya menjadi feeder justru dipaksa menjadi moda utama di jalur-jalur protokol.

Siap Kucurkan Subsidi APBD

Demi merealisasikan program ini, Pemkot Makassar tidak ingin setengah-setengah. Selain menawarkan kerja sama investasi dengan pola bagi hasil, Appi juga membuka peluang untuk mengucurkan subsidi langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar tarif bus tetap ramah di kantong masyarakat.

“Bikinkan saya sistem di mana saya bisa masuk juga subsidi APBD saya. Kita hitung betul berapa besar subsidi yang bisa diberikan supaya layanan transportasi di Makassar ini berubah,” tegasnya.

Namun, agar program ini tidak tersandung masalah hukum di kemudian hari, Appi mengingatkan bawah seluruh proses perencanaan harus didasari oleh kajian teknis dan regulasi yang matang.

“Kita siapkan dulu dasar kajian dan regulasinya supaya semuanya jelas, aman, dan akuntabel,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak PT Sinar Jaya Megah Langgeng menyambut baik komitmen Pemkot Makassar dan menyatakan kesiapannya untuk membawa pengalaman mereka dalam mengelola transportasi massal ke Kota Makassar.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |