Beranda » Metro » Atasi Sampah Menumpuk di Siang Hari, Pemkot Makassar Bakal Seragamkan Jadwal Buang Sampah Warga
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memimpin rakor penanganan persampahan di Balikota, Selasa (25/8/2026)./Foto: Hms
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassartoday.com, Makassar — Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat mengatasi persoalan tumpukan sampah yang kerap muncul pada siang hari di pemukiman warga. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh jajaran camat dan lurah untuk segera menetapkan dan menyelaraskan jadwal pasti pembuangan serta pengangkutan sampah di wilayah masing-masing.
Langkah ini ditegaskan Munafri saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Sampah di Kantor Balai Kota Makassar pada Senin (24/8/2026). Rapat tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Lingkungan Melinda Aksa, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, Kepala DLH Makassar Helmy Budiman, serta jajaran camat se-Kota Makassar.
Pria yang akrab disapa Appi ini mengungkapkan, salah satu kendala utama di lapangan selama ini adalah ketidaksinkronan antara waktu masyarakat membuang sampah dengan jam operasional armada armada pengangkutan.
Akibatnya, lorong dan jalanan yang telah dibersihkan oleh petugas pada pagi hari sering kali kembali dipenuhi tumpukan sampah beberapa jam kemudian karena warga baru membuangnya menjelang siang.
“Camat dan lurah harus sepakati waktu. Supaya ketika sampah diangkut jam sekian, tidak ada lagi sampah berseliweran,” tegas Munafri, Selasa (25/8/2026).
Membangun Komunikasi Publik dan Sistem Integrasi
Munafri meminta jajaran kecamatan hingga tingkat RT/RW tidak sekadar memberikan imbauan pasif, tetapi juga membangun komunikasi yang efektif agar jadwal yang telah disepakati benar-benar dipahami dan dipatuhi oleh warga.
Menurutnya, penanganan masalah kebersihan kota tidak boleh hanya difokuskan pada armada angkut di jalan raya, melainkan harus dipahami dari rantai hulu hingga hilir.
“Masih ada yang setuju dan tidak setuju tentang waktu pengangkutan. Bukan berarti tidak setuju lalu tidak melakukan. Namanya komunikasi, bagaimana cara yang terbaik supaya sampah itu bisa terangkut,” paparnya.
Validasi Data Penerima Iuran Gratis
Selain pengaturan jadwal buang sampah, evaluasi penanganan sampah kali ini juga menyoroti akurasi data penerima program iuran sampah gratis. Appi mengultimatum para camat agar tidak hanya mengandalkan data administratif meteran PLN, melainkan melakukan validasi langsung dari rumah ke rumah (door-to-door).
Langkah penataan data ini dilakukan Pemkot Makassar sebagai dasar untuk mengkaji perluasan cakupan iuran gratis. Saat ini, lebih dari 63 ribu KK berdaya R1/450 VA dan R1/900 VA subsidi telah menikmati program bebas iuran tersebut.
Ke depan, Pemkot Makassar berencana mengkaji perluasan program gratis ini hingga ke kategori pelanggan listrik 900 VA non-subsidi hingga 1.300 VA.

















































