Wali Kota Makassar dapat Laporan: Banyak Lurah Malas, Lebih Pilih di Warkop

21 hours ago 7

Beranda » Metro » Wali Kota Makassar dapat Laporan: Banyak Lurah Malas, Lebih Pilih di Warkop

  • calendar_month 28 menit yang lalu

 Banyak Lurah Malas, Lebih Pilih di Warkop

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin./Foto: dok

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassartoday.com, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melayangkan sentilan keras kepada para lurah di wilayahnya. Sosok yang akrab disapa Appi ini menyoroti masih banyaknya oknum lurah yang dinilai bermalas-malasan dan melalaikan tugas pelayanan publik, salah satunya karena terlalu sering nongkrong di warung kopi (warkop) saat jam kerja.

“Saya mendapatkan laporan, ada lurah yang lebih banyak nongkrong di warkop daripada di kantornya. Itu ada,” tegas Munafri di Makassar, Jumat (28/8/2026).

Menurut Appi, lurah memegang peranan paling strategis dalam roda pemerintahan karena berada di garis terdepan yang bersentuhan langsung dengan warga. Lurah seharunya paham betul dinamika lingkungan, persoalan sampah, hingga ketertiban di wilayahnya—bukan justru asyik mangkal di warkop atau sibuk mengurus bisnis pribadi.

“Ada juga lurah lebih banyak urus bisnisnya daripada urus kantornya, ada. Dan laporannya tidak sedikit,” tambahnya.

Bedakan Lurah Sakit dan Lurah Malas

Meski memberi sorotan tajam pada oknum yang malas, alumni FH Unhas ini menekankan pentingnya membedakan antara lurah yang tidak maksimal akibat masalah kesehatan dengan lurah yang memang enggan bekerja.

“Lurah yang sakit, tolong juga disampaikan kepada saya. Kinerja belum maksimal karena kondisi fisik, itu dicarikan solusi. Tapi kalau yang sehat tapi memang tidak mau bekerja? Nah, itu yang harus ditindak,” jelas Appi.

Ia pun meminta para lurah untuk membuang kultur “hanya menunggu laporan dari bawahan”. Lurah diwajibkan rajin turun ke lapangan setiap pagi untuk memantau kebersihan lingkungan, penanganan sampah, hingga menyapa warga secara langsung.

Siapkan Sistem Pengawasan Ketat & Minta Camat Objektif

Menanggapi carut-marut kinerja tersebut, Pemkot Makassar kini tengah merancang sistem pengawasan ketat yang akan memberikan intervensi dan pressure terukur agar para lurah menjalankan fungsinya secara optimal.

“Kita akan rancang sebuah sistem pengawasan di daerah. Saya tidak mau salah-salah lagi, harus dipastikan lurah benar-benar ada kerjanya dan bisa dilihat hasilnya,” terang Appi.

Kepada para camat, Appi berpesan agar memberikan penilaian kinerja lurah secara jujur dan objektif berdasarkan fakta di lapangan. Ia memแนว agar penilaian tidak didasari oleh dendam pribadi.

“Kalau lurahnya jelek, kasih jelek supaya ada alasan kita mengganti. Tapi jangan juga kalau bagus dikasih jelek karena dendam pribadi. Nggak boleh seperti itu,” tandasnya.

Selain masalah kedisiplinan dan kebersihan lingkungan, Wali Kota Makassar juga mewanti-wanti agar lurah tidak menjadikan kegiatan kemasyarakatan sebagai ajang memungut biaya berlebihan dari warga, serta aktif mempromosikan layanan digital pemkot seperti Creative Hub dan aplikasi Lontara Plus.

Read Entire Article
Makassar Info | Batam town | | |